Karyawan KPU Klarifikasi Uang Lembur
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan karyawan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum (Setjen KPU) merasa resah harus mengembalikan uang lembur yang diperoleh dalam kurun waktu dua tahun.
Mereka menolak uang yang mereka peroleh disebut korupsi berjemaah, berdasarkan pengakuan Kepala Biro Keuangan Hamdani Amin bahwa uang itu berasal dari dana taktis.
"Kami tidak tahu sumber uang itu dari mana, tetapi uang itu kami resmi tanda tangani," kata Wakil Kepala Biro Perencanaan KPU Edi Suhaedi di gedung KPU, Jakarta, Jumat (13/5).
Menurut Edi, ada sekitar 367 orang menerima dana Rp 1.244.500.000 yang mereka sebut uang lembur itu. Mereka yang menerima mulai dari kepala biro dan wakilnya, kepala bagian sampai pegawai harian Setjen KPU.
"Uang itu diberikan selama empat kali dalam kurun waktu dua tahun," kata Edi. Wakil Kepala Biro Humas Safriadi M. Yamin yang juga hadir mengatakan, mulai hari ini mereka telah mengumpulkan 44 tanda tangan. Isinya menolak bahwa dana itu berasal dari dana taktis.
Sementara Wakil Kepala Biro Pengawasan Setjen KPU Oktavianus Kasen, Hamdani Amin dan M Dentjik tidak ikut menandatangani surat yang mereka sebut klarifikasi ini. Edi menambahkan, surat ini berupa ajakan yang akan diserahkan kepada KPK setelah terkumpul semua tanda tangan mereka yang menerima uang tersebut.
Menurut Edi, informasi bahwa mereka harus mengembalikan dana tersebut berdasarkan informasi dari Kepala Biro Pengawasan yang diperiksa oleh KPK.
bernarda rurit
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Layani KJS, RS Port Medical Rugi 20 Persen
- Pemenang Lotere Rp 5,7 Triliun Masih Misterius
- Jusuf Kalla Kembali Terpilih Jadi Ketua CAPDI
- FOTO: Jelang Waisak, Samanera Cuci Patung Budha Tidur
- Gadis Pemotong 'Burung' Dijerat Pasal Penganiayaan
- Pria Ini Bergulat dengan Pithon Sepanjang 5,4 M
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
Berita Utama Nasional
- Hasil Investigasi Terbakarnya KRI Klewang Ditunggu
- Ditanya Soal Darin Mumtazah, Luthfi Melirik
- Jhonny Allen Ternyata Belum Tersangka
- Darin Mumtazah Sudah Dua Kali Dipanggil KPK
- Rusuh 1998, Jimly Segan ke Wiranto dan Prabowo
- Polisi Cokok Gembong Penyelundup Manusia dari Iran
- Keluarga Korban Cebongan akan Cek Tersangka













