Siswa SD Tewas Tertabrak Bus


TEMPO Interaktif, Jakarta:Rian Oki Setia Budi, 10 tahun, siswa kelas IV SDN Pangongangan III tewas setelah tertabrak bus Cendana AE 6171 AU di perempatan Jalan Ahmad Yani, Kota Madiun, Sabtu (14/5) pukul 07.00. Akibat tabrakan ini, siswa yang akan berangkat menuju sekolahnya tewas di tempat kejadian.

Menurut Kasat Lantas Polresta Madiun, AKP Hendra Rohmawan, tabrakan terjadi setelah bus Cendana dari arah selatan melanggar lampu merah di perempatan jalan yang terkenal padat ini. Rian, yang pagi itu diantar ke sekolah oleh bapaknya, Suparman, warga RT 04/ RW 20, Desa Sukolilo, Jiwan, Madiun, hendak berbelok dari arah barat ke utara (kiri). Namun tiba-tiba, dari arah selatan datang bus Cendana dengan kecepatan tinggi dan menabraknya.

Tak ayal benturan keras terjadi, yang mengakibatkan sepeda motor yang dikendarai Suparman tersangkut roda kanan depan bus hingga terseret sejauh 50 meter. Kecelakaan ini mengakibatkan Rian yang pagi itu mengenakan seragam Pramuka langsung meninggal, dengan luka di kepala. Sedangkan Suparman mengalami patah tulang kaki bagian kanan, dan luka dibagian tubuh lainnya. Jenazah Rian dibawa ke kamar jenazah RSUP Dr Soedono Madiun, sedangkan ayahnya, hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam, yang berjarak sekitar 200 meter arah selatan dari tempat kejadian.

Kejadian ini tak urung menyebabkan warga di sekitar lokasi kejadian marah dan langsung menghentikan bus. Warga, bersama para tukang becak yang pagi itu berada di sekitar lokasi, langsung mengamuk dan merusak bus. Akibat amukan warga ini, hampir seluruh kaca bus hancur, sedangkan supir bus langsung diselamatkan petugas dari amukan warga dan diamankan di pos polisi dekat lokasi kejadian.

Di lokasi tersebut, menurut Kasat Lantas, memang sering terjadi kecelakaan. Yang paling sering, penyebab kecelakaan adalah pelanggaran lampu merah oleh sopir bus. ?Padahal sudah sering kecelakaan seperti ini terjadi, namun bus-bus dari arah selatan masih saja melanggar,? ungkap Hendra.

Rohman Taufiq-Tempo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X