Nazaruddin "Pamitan" ke Staf KPU

TEMPO Interaktif, Jakarta: Segera setelah penyidik menggeledah ruang kerjanya, Ketua Komisi Pemilihan Umum Nazaruddin Syamsuddin menuju Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebelum memasuki mobil KPK yang membawanya, ia sempat bersalam-salaman dengan para stafnya.

"Biar semua orang tahu saya berangkat," ujar seorang petugas keamanan KPU, menirukan pesan Nazaruddin, kepadanya. Sebelumnya, petugas itu menanyakan pada Nazaruddin apakah pengamanan pintu dengan KPU perlu diperketat.

Di tengah proses penggeledahan ruangan Ketua KPU, Nazaruddin dan para penyidik KPK melaksanakan salat Jumat di masjid KPU. Seusai salat, Nazaruddin menyisihkan waktu untuk berzikir, walau setengah dari jamaah telah meninggalkan tempatnya.

Dengan mata terkatup, bibir Nazaruddin bergerak melafal dzikir, sementara tangannya menghitung. Selesai dzikir Tempo menghampirinya dan sempat penyalaminya. "Tidak, tidak," ujar Nazaruddin ketika diajak bicara.

Nazaruddin kemudian bercakap-cakap dengan beberapa pejabat KPU. Ia juga menyumbangkan sejumlah uang ke dalam kotak amal. Sebelah tangannya menutupi lembaran uang, sehingga tidak terlihat berapa besarannya.

Ketika keluar dari masjid, Nazaruddin disambut puluhan fotografer dan kamerawan televisi. Ia dan para penyidik kembali ke ruangannya dan tidak beberapa lama kemudian meninggalkan kantor KPU.

Beberapa penyidik KPK saat ini masih berada di KPU untuk mencari berbagai dokumen. Ibnu Rusydi