Menhub : Manajemen Pengendalian KA Belum Memadai
Grafis Terkait
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, menyesalkan terjadinya tabrakan kereta api batu bara rangkaian panjang (babaranjang) dan kereta penumpang Fajar Utama, Kamis (10/5) malam. Banyaknya kecelakaan kereta api, akibat faktor sumber daya manusia sebagai pengelola. "Departemen Perhubungan akan segera melakukan pengkajian dan pembenahan manajemen di dalam PT Kereta Api Indonesia (PT KAI),"kata menteri saat melihat lokasi kecelakaan, Jumat (20/5) siang.
Kecelakaan di perlintasan kereta api Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung itu, mengakibatkan empat orang tewas, dan belasan lainnya dirawat di rumah sakit. Selain SDM yang lemah, menurut Hatta, juga disebabkan manajemen pengendalian
kereta api yang belum memadai. "Dalam waktu dekat, Dephub dan pihak terkait lainnya akan melakukan diskusi mendalam, untuk mengetahui akar persoalan maraknya penyebab kecelakaan kereta di Indonesia,"katanya.
Untuk mencegah meningkat kecelakaan, Dephub akan membangun rel kereta api dari stasiun Rejosari, Natar menuju Tarahan, Lampung Selatan. Rel sepanjang
19,5 kilometer itu diperkirakan menghabiskan dana Rp 6 miliar perkilometernya. Pembangunan itu selain melibatkan PT KAI, juga akan mengikutsertakan PT Bukit Asam (pemilik tambang batubara) dan Perusahan
Listrik Negara (PLN). "Dengan demikian, rel kereta api babaranjang dari dari stasiun Rejosari tidak lagi melewati rel dalam kota, karena resiko kecelakaannya tinggi, dan rel cepat aus,"kata Menteri Hatta.
Poltabes Bandar Lampung, sudah memeriksa 22 orang saksi,
terkait kecelakaan tersebut. Mereka terdiri dari awak babaranjang, para penumpang kereta, dan saksi mata. Diantara saksi yang diperiksa adalah masinis babaranjang, Rizal Muhlis, asisten masinis Mukholis, kondektur Maryoto, dan pelayanan kereta api Samijo.
Menurut kepala Poltabes Bandar Lampung, Komisaris Polisi Imam Djauhari, para saksi itu diminta keterangannya terkait kronologis dan penyebab kecelakaan. Polisi juga akan meminta keterangan pada tim ahli dari PT
KAI. "Kami harus minta keterangan dari saksi ahli terlebih dahulu, karena mereka yang paling tahu penyebab siapa yang benar dan salah, soal penyebab
kecelakaan,"kata Imam.
Fadilasari
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Peneliti Remaja Indonesia Borong 3 Medali Emas
- KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi di Ditjen Kebudayaan
- Marquez Raih Pole Position di Moto GP Perancis
- Pesona Keindahan Danau Tempe
- Mundur, RS Admira Beralasan Tarif Baru KJS
- Studio Film James Bond Undang Produser Indonesia
- Ahmad Fathanah Doyan ke Kafe Dangdut?














