Rakyat Prancis Tolak Konstitusi Uni Eropa
Topik
TEMPO Interaktif, Paris: Rakyat Prancis menolak konstitusi Uni Eropa. Dalam referendum yang digelar Senin (30/5), para pencoblos "Non" (tidak) meraih 54,87 persen suara dan pemilih "Oui" (iya) meraih sisanya.
Penolakan warga Prancis ini dinilai akan membuat Uni Eropa gulung tikar. Penyebabnya, Prancis adalah satu di antara enam pendiri Uni Eropa.
Namun Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barroso menutup kemungkinan terburuk itu. Ia menyatakan, adalah mustahil untuk merundingkan kembali konstitusi yang telah mengikat puluhan negara lainnya itu.
"Ini merupakan masalah yang sangat serius dan kita tidak bisa menyatakan, 'semua berjalan seperti biasa'," kata dia kepada stasiun televisi Prancis, LCI.
Ia mengaku telah menjalin kontak dengan pemerintah semua negara anggota Uni Eropa. Menurut dia, tak ada satu pun dari mereka ingin membuka kembali negosiasi yang memungkinkan "situasi menjadi sangat sulit".
Dikatakannya, ada 24 negara lain anggota Uni Eropa, dan sembilan di antara telah setuju dengan konsitusi. Karena itu, ia menyatakan, peluang untuk terjadinya negosiasi ulang adalah mustahil. "Harus dikatakan, dengan segala hormat kepada Prancis, bahwa ada 25 negara di Uni Eropa," kata dia.
Barroso menambahkan, ia telah berbicara dengan Presiden Prancis Jacques Chirac. "Saya menyampaikan solidaritas saya, dengan situasi yang pasti sangat sulit," tuturnya. AFP
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Dunia
- 10 WNI Selamat dari Amukan Tornado di Oklahoma
- Tornado Oklahoma Baru 'Pemanasan' Saja
- Tornado di Oklahoma Mirip Film 'Twister'
- Tornado Hancurkan Oklahoma, 80 Kuda Tersedot
- Benny Wenda: Jakarta Tak Buka Dialog Soal Papua
- Bom Mobil Meledak di Irak, Sedikitnya 31 Tewas
- Musharraf Diminta Bayar Jaminan Rp 195 juta













