PLTU Suralaya Bocor, Jawa Bali Terancam Gelap
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya diindikasikan mengalami kebocoran. Akibat pemadaman pemanas uap (boiler) sejak Sabtu pukul tiga dini hari mengakibatkan kekurangan pasokan 600 megawatt.
Menurut Direktur Pembangkitan dan Energi Primer Perusahaan Listrik Negara (PLN), Ali Herman Ibrahim, indikasi kebocoran diketahui setelah terjadi penurunan tekanan yang terpantau dalam monitor. "Dari pada ada kejadian yang lebih fatal maka di shutdown dan diperiksa," kata Ali di Jakarta Sabtu (4/6).
Untuk mendinginkan boiler tersebut, menurut Ali, memerlukan waktu 24 jam sehingga belum dapat mengetahui terjadinya kerusakan. "Jadi diperiksa besok kalau ternyata ada gangguan akan diganti, kalau tidak ada gangguan maka akan di protect lagi supaya tidak ada indikasi turun pressure,"katanya.
Untuk memperbaiki semua itu, memerlukan waktu maksimal lima hari. "Sebenarnya untuk memperbaikinya hanya butuh 1-2 hari saja yang membuat lama adalah proses pendinginan boiler dan memanaskannya kembali,"kata Ali.
Menurut Ali pemadaman boiler di Suralaya tidak terlalu memberatkan sistem kelistrikan. Namun adanya keterlambatan pengiriman bbm 35 ribu ton ke PLTGU Muara Karang mengakibatkan sistem pembangkit Jawa-Bali mengalami kekurangan pasokan listrik sebesar 1100 megawatt. "Pasokan dari Muara Tawar berkurang 500 megawatt ditambah dengan Suralaya 600 megawatt,"ujarnya.
Muhamad Fasabeni
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Calon Pasangan Terbaik Indonesian Movie Awards
- Frans Magnis: Dipo Alam Wajib Bela SBY
- Korban dan Pelaku Potong 'Burung' Jadi Tersangka?
- Foto-foto Langka Macan Tutul Jawa di Habitatnya
- Kisah 33 Tahun Tinggal di Bantaran Waduk Pluit
- FOTO: Jejak Terjangan Tornado Oklahoma
- Begini Cara Blokir Nomor Mama Minta Pulsa













