Inggris Tunda Referendum Konstitusi Uni Eropa
Topik
TEMPO Interaktif, London: Inggris akan menunda referendum guna meminta persetujuan rakyat terhadap konstitusi Uni Eropa. Perkembangan terbaru ini menambah suram masa depan Uni Eropa, karena pekan lalu rakyat Prancis dan Belanda telah menyatakan "tidak" dalam masalah yang sama.
Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw menyebutkan, pengumuman penghentian proses persiapan rferendum di parlemen akan dilakukan hari ini. "Proses ditunda hingga segala sesuatunya lebih pasti," kata dia di London, Senin (6/6).
Segera setelah rencana ini diumumkan, Komisi Eropa meminta negara-negara anggotanya untuk tidak mengambil keputusan secara sepihak. "Semua keputusan tentang konstitusi sebaiknya diambil oleh Dewan Eropa," kata juru bicara Uni Eropa.
Pekan lalu, mayoritas rakyat Prancis dan Belanda menolak negaranya meratifikasi konstitusi Uni Eropa. Bersama Inggris, Jerman, Belgia, dan Luksemburg, kedua negara itu merupakan pendiri Uni Eropa.
Uni Eropa didirikan setelah ditandatangani perjanjian Maastricht, oleh 2 negara komunitas benua itu. Kesepakatan ditandatangani pada 7 Februari 1992 dan berlaku efektif paad 1 November 1993. Uni Eropa berarti pasar tunggal, termasuk penggunaan satu mata uang, yakni Euro. Hingga kini, Inggris menolak penggunaan mata uang itu. AFP/Budi S
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Dunia
- Hukuman Rios Montt Dimentahkan Pengadilan Tinggi
- 10 WNI Selamat dari Amukan Tornado di Oklahoma
- Tornado Oklahoma Baru 'Pemanasan' Saja
- Tornado di Oklahoma Mirip Film 'Twister'
- Tornado Hancurkan Oklahoma, 80 Kuda Tersedot
- Benny Wenda: Jakarta Tak Buka Dialog Soal Papua
- Bom Mobil Meledak di Irak, Sedikitnya 31 Tewas













