Tiket AWAIR Tidak Ikut Naik


TEMPO Interaktif, Jakarta:PT AWAIR Internasional tidak secara langsung akan menaikkan harga tiket menyusul diumumkannya tarif referensi per 10 Juni lalu. Karena, maskapai pendatang baru ini masih melihat peluang untuk menerapkan tarif murah dengan tidak mengurangi biaya keselamatan. "Kami akan pelajari terlebih dahulu perhitungan Departemen Perhubungan, kalau tanpa mengurangi biaya keselamatan dan tidak menyebabkan persaingan yang tidak sehat kenapa tidak (harga di bawah referensi),"kata Presiden Direktur AWAIR, Sentjaja Widjaja, Selasa (14/6).

Sentjaja tidak sepenuhnya sependapat dengan perhitungan yang telah dirumuskan Dephub bersama Asosiasi Perusahaan Penerbangan (INACA). Bukan karena AWAIR tidak masuk dalam keanggotaan INACA, tetapi ada beberapa perbedaan antara perhitungannya dengan perhitungan tersebut. Misalnya dalam hal berapa volume (liter) avtur yang dibutuhkan dalam satu kali penerbangan. "Contohnya untuk rute Jakarta – Medan. Kalau standarnya membutuhkan 7500 liter avtur, sedangkan kami hanya menghabiskan 6800 liter, kan, masih selisih sekitar 10 persen,"katanya.

Dua buah Armada yang dimiliki AWAIR saat ini berjenis B737-300. Menurut Sentjaja, pesawat ini memang kurang lebih sama dengan B737-400 yang dijadikan standar dalam perhitungan tarif referensi Dephub dan INACA. Namun, ukuran pesawat B737-400 lebih besar.

Sejauh ini tarif penerbangan AWAIR sebagian masih di bawah tarif referensi meskipun sebagian lagi di atasnya. Sebagai contoh tarif Jakarta – Medan. Dalam Keputusan Menteri nomor 36 tahun 2005, tarif referensi Jakarta – Medan senilai Rp 487.000. Sedangkan AWAIR masih mengenakan tarif di bawah Rp 400 ribu.

Harga yang relatif lebih murah, diantaranya berkaitan dengan promosi yang tengah dilakukan AWAIR. "Kami kan pendatang baru, bagaimana konsumen tertarik kalau kita tidak promosi,"ujarnya.

Berbeda dengan AWAIR, meskipun bukan termasuk anggota INACA, PT Adamsky Connection Airlines mendukung kebijakan tarif referensi. "Kami sangat mendukung keputusan ini, langkah yang tepat dan merupakan tanggung jawab untuk menghindari perang tarif,"kata Chief executive Officer Adam Air, Gunawan Suherman.

Menurut Chief Communication Adam Air Dave Laksono, dengan mendukung tarif referensi tersebut secara otomatis Adam Air akan melakukan penyesuaian harga sesuai dengan ketentuan INACA. "Kalau INACA menyatakan naik, kami naik. Tapi kalau INACA masih menahan harga, kami juga akan ikut,"katanya.

Tarif referensi yang ditetapkan pemerintah akhir pekan lalu rata-rata mengalami kenaikkan 16 persen dari sebelumnya. Meskipun bukan patokan harga, tetapi menurut Menteri Perhubungan Hatta Radjasa tarif referensi ini akan dijadikan dasar pemerintah melakukan audit terhadap suatu maskapai.

Khairunnisa

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X