indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

TNI AL Batam Tangkap Kapal Asing


TEMPO Interaktif, Jakarta:Puluhan anak buah kapal asing ditangkap patroli TNI Angkatan Laut (AL) Batam karena dianggap memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa izin, Selasa (14/6/2005) kemarin.

Penangkapan dilakukan kapal di sekitar dua mil bagian barat Pulau Nipah, Kepulauan Riau. Awalnya diberi peringatan, namun tidak digubris. Kemudian patroli AL langsung mendekati kapal tersebut, dan memerintahkan untuk berhenti. "Diamankan karena kedapatan tidak memiliki izin,"kata Komandan Lanal Batam, Kolonel Joko Hariyanto.

Jumlah anak buah kapal Aboounden Aladin berbendera Singapura yang ditangkap itu sebanyak enam puluh satu orang beserta empat orang penumpang. Setelah petugas TNI AL memeriksa dokumen kapal, nakhoda kapal, Kionng Boon Tat, tidak bisa memperlihatkannya. Padahal untuk memasuki wilayah perairan Indonesia, setiap kapal harus memiliki Surat Izin Berlayar, security clearance dan surat lain-lain.

Dari jumlah puluhan ABK dan penumpang kapal berbendera Singapura itu tidak satu pun warga negara Indonesia. Mereka terdiri dari ; WNA Singapura 16 orang, Malaysia 3 orang, 13 orang Banglades, 2 Myanmar, 1 orang Cina, 1 orang Srilangka, 24 orang India, dua penumpang dari Norwegia dan Perancis.

Joko menjelaskan, ada kecurigaan kapal asing itu mencari harta karun yang banyak terdapat di perairan Indonesia termasuk di perairan Kepulauan Riau. Sebab itu TNI AL, akan terus memantau usaha pihak asing yang mencoba mencuri barang barang antik yang terdapat dalam kapal yang tenggelam ratusan tahun silam.

Tidak hanya itu, menurut Kolonel Joko, tak tertutup kemungkinan kapal asing tersebut melakukan survey kandungan pasir laut, yang kemudian melakukan pencurian. "Kita patut curigai,"katanya. Hingga kini ABK kapal berbobot mati 2.100 ton itu tengah dimintai keterangan pihak TNI AL Batam.

Rumbadi Dalle

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X