Polisi Periksa Pejabat Tramtib Jakarta Timur
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Petugas Polsek Kramat Jati, Jakarta Timur, kemarin memeriksa Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Ketenteraman dan Ketertiban Jakarta Timur Yusmin Simanjuntak. "Pemeriksaan ini untuk meminta keterangan lanjutan soal penertiban yang menimbulkan bentrokan dan menyebabkan mahasiswa dirawat di Rumah Sakit UKI," kata Kepala Polsek Kramat Jati, Kompol Deddy Tetra kemarin.
Seperti diberitakan, penertiban pedagang kaki lima di depan kampus Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, pada 17 Mei lalu berakhir bentrokan. Seorang mahasiswa UKI, Victor Djami, luka parah dalam bentrokan itu, hingga mengalami koma dan kini masih dirawat di Rumah Sakit UKI. Sementara itu, dari pihak petugas Tramtib, 13 orang terluka.
Deddy Tetra menjelaskan, ini pemeriksaan kedua bagi Yusmin Simanjuntak. Pemeriksaan pertama dilakukan pada 29 Mei lalu. Selain Yusmin, polisi telah memeriksa enam anggota Tramtib, seorang mantri polisi, seorang warga setempat, dua pedagang kaki lima, dan tiga petugas keamanan kampus UKI. Semua diperiksa dalam status sebagai saksi.
Namun, polisi belum menemukan titik terang kasus penganiayaan Victor itu. Kepala Polsek mengaku agak kesulitan menetapkan tersangka yang menyebabkan Victor masuk rumah sakit. Sebab, dari hasil pemeriksaan belum terlihat ada orang yang menganiaya Victor. Namun, polisi terus mengembangkan keterangan para saksi untuk bisa mengarah pada tersangka penganiaya Victor.
Kepala Polsek juga menuturkan, hingga kini belum ada pemeriksaan terhadap Kepala Suku Dinas Tramtib Jakarta Timur. Dikatakan pula, Paman Victor Djami, Adreas Cristian Kaba, telah melaporkan penganiayaan itu sehari setelah kejadian.
dian yuliastuti
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Metro
- Rugi, 16 Rumah Sakit Mundur dari KJS
- Takut Tak Lulus Ujian Nasional, Fanny Gantung Diri
- Jokowi Lantik Wali Kota Jakarta Barat Hari Ini
- Operasi Preman, Anak Gadis Punk Kecebur Got
- Ahok Bahas Kenaikan Bayaran Guru Honorer
- Cegah Banjir, Wali Kota Jaksel Andalkan 5 Waduk
- Kamis Ini, Komnas HAM Panggil Jokowi













