Gelar domestik Inter setelah 16 tahun


TEMPO Interaktif, Milan: Sebuah tendangan bebas keras dari bek Serbia, Sinisa Mihajlovic, menerobos ke gawang AS Roma--meski kiper Gianluca Curci sempat menepisnya. Gol itu terjadi pada menit ke-52 dalam pertandingan di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, Milan, kemarin. Gol tersebut mengakhiri penantian Inter Milan untuk meraih sukses di Italia selama 16 tahun.
Inter memenangi Piala Italia 2004/2005 setelah pada final pertama di Stadion Olimpico, Roma, Inter menang 2-0 lewat gol Adriano, yang kemarin absen karena harus membela Brasil di Piala Konfederasi.
Pantaslah seluruh pendukung Inter mensyukuri sukses itu karena sudah lama tak meraih sukses di Italia. Meski dalam rentang waktu 1989-2005 Inter menjuarai Piala UEFA, pada 1991, 1994, dan 1998. Pada 1989, Inter menjuarai Seri A dan Piala Super-Italia. Sedangkan gelar juara Piala Italia ini adalah yang keempat buat Inter setelah 1939, 1978, dan 1982.
"Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga (Massimo) Moratti (pemilik Inter) dan kepada seluruh suporter Inter yang setelah sekian tahun lamanya menanti sukses ini. Mulai sekarang Inter tak boleh merasa rendah diri dibanding klub-klub Italia lainnya dan trofi ini merupakan modal untuk membangun sukses berikutnya," kata pelatih Inter, Roberto Mancini.
Yang menarik, dua kemenangan Inter ini ditentukan oleh keistimewaan individu pemainnya. Bila pada final pertama ketajaman seorang penyerang bernama Adriano menggugurkan dominasi kekompakan Roma di bawah kepemimpinan kaptennya, Francesco Totti. Namun, di final kedua, Mihajlovic menunjukkan kredibilitasnya sebagai "top scorer" dari tendangan bebas untuk mengatasi permainan keras Totti dan kawan-kawan. Dia spesialis bola-bola "mati" dengan tendangan kaki kirinya.
Komentar Mihajlovic, yang sudah dua musim bersama Inter setelah sebelumnya membela Lazio, senada dengan Mancini. Pemain kawakan yang temperamental dan keras ini--ketika memperkuat Serbia dan Montenegro pada kualifikasi Piala Eropa 2004, dia dikeluarkan pada pertandingan pertama melawan Skotlandia--mengatakan bahwa mereka siap meraih sukses berikutnya.

AFP

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X