Kuman E-coly dan Vibrio Cholerae Penyebab Muntaber di Tangerang
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kuman ecoly dan vibrio cholerae merupakan penyebab meluasnya penyakit muntaber yang mewabah di Kabupaten Tangerang. “Hasil ini berdasarkan pemeriksaan sample air makanan dan kotoran korban,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Yuliah Iskandar, kepada Tempo, Kamis (23/6).
Yuliah mengatakan, kedua kuman itu bersumber dari air dan lingkungan kotor disekitar warga. Kuman itu, kata Yulia, dibawa oleh binatang serangga seperti lalat hinggap di makanan yang dimakan oleh manusia atau oleh manusia sendiri karena tangan sebelumnya telah terinfeksi kuman dan tidak dibersihkan. “E-coly penyebab berak-berak dan vibrio cholerae penyebab muntah-muntah,” kata Yuliah.
Menurut Yuliah, kedua contoh kuman yang didapat dari sample air makanan dan kotoran korban itu kini sedang diperiksa dan diteliti lebih lanjut dilaboratorium pusat kesehatan Jakarta dan pusat kesehatan Serang, Banten. “Kini kuman itu sedang dibiakkan dan membutuhkan waktu dua minggu untuk mengetahui secara persisnya,” kata dia.
Selain itu, kata Yuiah, ada empat faktor yang menyebabkan terjadinya wabah muntaber dikabupaten Tangerang yaitu sanitasi lingkungan yang kotor dan tidak sehat penyumbang terbesar sebesar 45 persen. Perilaku penduduk yang tidak sehat atau perilaku hidup biasa sehat sebanyak 35 persen, pelayanan kesehatan sebanyak 15 persen, dan keturunan atau kepadatan penduduk sebanyak lima persen.
Sementara itu, korban muntaber yang dirawat ditiga puskesmas sulit bertambah. Berdasarkan data yang dihumpun Tempo, hingga berita ini diturunkan di Puskesmas Pakuhaji jumlah korban 99 orang dirawat 13 orang, dikecamatan Sepatan jumlah korban 182 orang dirawat 33 orang, di Puskesmas Kedaung Barat jumlah korban yang kini dirawat 16 anak-anak mereka ditempatkan dirumah dinas dokter yang berada disamping Puskesmas Kedaung Barat. Sementara jumlah korban yang meninggal berdasarkan data resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berjumlah 17 orang. Namun bersdasarkan pantauan Tempo dilapangan, jumlah korban yang meninggal tidak terdata karena tidak sempat dirawat di Puskesmas sejumlah delapan orang.
joniansyah
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- Platini: Israel Juga Berhak Main Bola
- Seorang Pelajar di Bima Todong Polisi dengan Pistol
- Ini Cara Rumah Sakit Bisa Ambil Untung dari KJS
- Ini Penyebab Rumah Sakit Swasta Ributkan Soal KJS
- Polisi Pelototi Pelat Nomor Kendaraan Pembeli BBM
- Harga BBM Naik, Sorgum Alternatifnya
- KRL Ekonomi Dapat Subsidi Terbanyak


