Musim Culik Nongol Lagi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Musim culik kembali lagi. Kali ini korbanya sejumlah aktifis muslim yang tinggal di Kota Solo dan Kabupaten sekitarnya dilaporkan diambil paksa oleh orang tak dikenal. Lima orang diantaranya sudah teridentifikasi oleh FPP (Front Perlawanan Penculikan) Surakarta.
Sejumlah aktivis FPP, mendatangi Mapolwil Surakarta untuk melaporkan adanya penculikan tersebut. Selain melaporkan kasus itu, FPP juga ingin meminta kejelasan apakah pelaku pengambilan paksa itu adalah aparat dari kepolisian di Surakarta? Ada dugaan mereka ditangkap oleh tim anti teror Mabes Polri yang tengah memburu tersangka peledakan di Indonesia.
Menurut Koordinator FPP, Kholid Syaefullah, pengambilan paksa sejumlah aktivis muslim tersebut dilakukan Rabu (29/6) sore. "Kami sudah mendapat laporan dari jaringan kami bahwa ada penculikan terhadap aktifis muslim di Solo, Kabupaten Sragen serta Kabupaten Wonogiri,"katanya.
Dari laporan sejumlah saksi mata yang melapor kepada FPP, para pelaku penculikan tersebut mengaku sebagai aparat. "Karena itulah kami ingin kejelasan apakah pelakunya dari Polwil Surakarta atau dari Mabes Polri. Kalau dari aparat seharusnya menggunakan cara yang baik dan keluarganya diberitahu sehingga tidak menimbulkan kecemasan,"kata Kholid.
Adapun sejumlah nama yang sudah diidentifikasi diambil paksa adalah M Iqbal, Joko Sumanto, Dani Chandra, Arif, Joko Tri alias Har dan seorang lagi warga Kabupaten Sragen.
Juru bicara MMI Solo, Adi Basuki juga membenarkan adanya pengambilan paksa aktivis muslim tersebut. Menurutnya, mereka yang diambil paksa itu adalah mantan anggota Kompak (komite penanggulangan krisis).
Hingga Kamis malam, FPP masih terus mengumpulkan keterangan dari jaringan mereka untuk memastikan jumlah serta nama-nama aktifis yang diambil paksa. "Kalau dari laporan sementara yang diambil paksa mencapai belasan,"ujar Adi.
Kholid menyatakan salah seorang pria yang diambil paksa adalah Joko Triyanto, pria yang tiga tahun ikut mendirikan FPP. Sehari-hari, selain aktif di FPP, Joko juga memiliki counter HP di Alfa Gudang Rabat di Solo.
Menurut salah seorang saksi yang juga korban penyekapan, Heri Sutopo, Rabu (29/6) sore sekitar pukul 16.30 sedikitnya empat orang berpakaian preman mendatangi dirinya yang tengah bekerja di tempat Joko. Heri Sutopo adalah karyawan Joko Triyanto. Kebetulan saat itu Joko tengah tidak berada di tokonya.
Keempat orang ini menanyakan keberadaan Joko Triyanto (35) warga Purwosari, solo. "Keempat orang ini mengaku petugas dan kemudian membawa paksa saya ke sebuah mobil Toyota Kijang. Saya disekap dan diintrogasi selama setengah jam dan dibawa berputar-putar di sekitar Solo. Saya baru dilepas di kawasan Kartasura karena tidak bisa menunjukkan Pak Joko,"kata Heri, yang sempat diancam dibunuh kalau tidak bisa memberitahu keberadaan Joko. Dan setelah kejadian ini Joko dilaporkan hilang.
Pengambilan paksa juga dialami sejumlah aktivis muslim di Kabupaten Wonogiri. Sejumlah pria yang mengaku aparat dari Mabes Polri mendatangi rumah Joko Sumanto alias Cunto (40), warga Kelurahan Wonoboyo Kecamatan Wonogiri Kota Kabupaten Wonogiri, Rabu (29/6).
Joko Sumanto adalah pemilik UD Masa. Teguh, salah seorang karyawan UD Masa, menyatakan, kalau Joko dan empat karyawan UD Massa, sampai Kamis malam (30/6) belum pulang setelah diambil oleh orang-orang yang mengaku dari Mabes Polri tersebut. Mereka adalah Gino, Dani, Anto dan Hana. "Mereka diangkut mobil oleh tim yang mengaku dari Mabes Polri itu,’"ujar salah seorang tetangga Joko.
Menurut warga setempat sekelompok petugas yang mengaku dari tim Mabes Polri Jakarta itu, mendatangi rumah Joko di RT 02/RW III, Kamis (29/6) pada sekitar pukul 16.00. Mereka datang dengan mengendarai empat mobil. Jenisnya ada Kijang, Panther dan sedan. "Personilnya ada yang berambut gondrong, dan ada pula yang hanya bercelana pendek, tapi semua bawa senjata,"ujar Ketua RT Ngatmin.
Wakapolres Komisaris Polisi Sukamto, menyatakan, pihaknya belum tahu menahu soal kejadian penangkapan itu termasuk kemungkinan kedatangan tim anti teror Mabes Polri ke Wonogiri untuk memburu tersangka bom di sejumlah daerah di Indonesia.
Pernyataan senada juga dikatakan Kompol Yudha Gustawan, Kabag Intelpam Polwil Surakarta saat menerima laporan FPP. Ia mengaku belum mengetahui adanya penangkapan atau pengambilan paksa terhadap orang-orang tersebut. "Kami berterima kasih atas laporan dan kami akan berusaha mencari tahu kejadian ini,"katanya.
Anas Syahirul
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Israel Bantah Tembak Bocah Palestina 13 Tahun Lalu
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Layani KJS, RS Port Medical Rugi 20 Persen
- Pemenang Lotere Rp 5,7 Triliun Masih Misterius
- Jusuf Kalla Kembali Terpilih Jadi Ketua CAPDI
- FOTO: Jelang Waisak, Samanera Cuci Patung Budha Tidur
- Gadis Pemotong 'Burung' Dijerat Pasal Penganiayaan
Berita Utama Nasional
- Hasil Investigasi Terbakarnya KRI Klewang Ditunggu
- Ditanya Soal Darin Mumtazah, Luthfi Melirik
- Jhonny Allen Ternyata Belum Tersangka
- Darin Mumtazah Sudah Dua Kali Dipanggil KPK
- Rusuh 1998, Jimly Segan ke Wiranto dan Prabowo
- Polisi Cokok Gembong Penyelundup Manusia dari Iran
- Keluarga Korban Cebongan akan Cek Tersangka













