Anarkis, Monitor Depok Laporkan FAM UI Ke Polda
Topik
TEMPO Interaktif,
Depok:Pemimpin redaksi harian lokal Monitor Depok (Monde), Sunyoto akan melaporkan penyerangan yang dilakukan oleh Front Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Indonesia (UI) ke Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Senin (4/7).
"Saya akan melapor bersama tim dari bagian hukum Bisnis Indosesia," ujar Sunyoto kepada Tempo, Sabtu (2/7).
Ia menjelaskan, Rabu (29/6) sekitar pukul 18.00 WIB, puluhan mahasiswa mendatangi kantor Monde di Jl. Margonda Raya 345B. Massa yang mengaku berasal dari FAM UI itu melakukan orasi, berteriak-teriak, dan memaksa ingin bertemu dengan Karim Abdullah Siregar yang mereka tuduh telah menuliskan berita yang menyudutkan FAM UI.
Selain itu, kata Sunyoto, para mahasiswa juga merusak barang inventaris Monde, seperti melempar helm dan kursi, serta merusak beberapa dokumen Monde. Sunyoto sendiri mendapat tendangan diperutnya dan wartawan Monde bernama Dadan menerima tamparan. Ketegangan mereda setelah aparatur Polsek Beji yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Beji AKP Sukanda, datang ke lokasi kejadian.
Koordinator FAM UI, Zara Dian Utari, mengatakan, semula kedatangan mereka hanya ingin mengklarifikasi berita Monde (25 Juni) yang menulis FAM UI membayar tukang becak sebesar Rp 25 ribu untuk mengikuti aksi mereka ke KPUD Depok, Jumat (24/6). "Kami sudah mengirim rilis dan mengirimkan tiga wakil untuk klarifikasi ke kantor Monde pada Sabtu (25/6),” ujarnya.
Tapi, Monde jsutru kembali menulis berita bahwa FAM UI terlibat dalam aksi bersama elemen dan LSM pendukung calon walikota Badrul Kamal di KPUD Depok pada Selasa (29/6). Padahal, kata Zara, semua anggota FAM UI sedang mempersiapkan aksi untuk petani di Jakarta.
Ia mengakui teman-temannya emosi dan melakukan beberapa hal yang tidak dapat dia kendalikan. Menurut Zara, semula kedua belah pihak sepakat tidak mengambil gambar, baik lewat handycam yang dibawa FAM UI maupun kamera Monde. Tapi, kata Zara, Dadan tiba-tiba turun dari lantai dua dan mengambil gambar.
Wartawan Monde, Dadan M. Ramdan, mengaku mendorong karena Zara bersama dua mahasiswi Ike dan Echi mengeroyok untuk merampas kameranya. Kamera baru dikembalikan keesokan harinya dengan memori yang sudah bersih.
Karim, penulis berita soal tukang becak bayaran FAM UI, menyatakan ketiga orang tukang becak bernama Sartim, Wahyu dan Abdullah, diwawancarai tiga wartawan dari media Republika, Pakuan, dan Pakuan Raya.
"Mereka jelas-jelas mengaku mau ikut demo karena diajak dan dijanjikan Rp25.000 oleh anak-anak FAM UI. Silahkan kumpulkan 21 tukang becak yang mereka bawa, saya akan tunjukkan mana tukang becak yang saya wawancarai,” tegas Karim. Suliyanti Pakpahan
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Angelina Jolie Tanpa Bra Versi Pelukis Swedia
- Duel Kunci Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen
- Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin
- FOTO: Ditabrak Burung, Pesawat Mendarat Darurat
- Pertumbuhan Sel Otak Hapus Memori Masa Batita
- Dortmund Vs Bayern: Final Komplet Buat Klopp
- Ahok: KJS Baru Jalan Sudah 'Diributin'
Berita Utama Metro
- Dua Kelompok Napi Salemba Bentrok
- Akan Diinterpelasi Soal KJS, Jokowi: Siap Grak!
- Lulus 100 Persen, Siswa SMAN 8 Ingin Traktir Guru
- Jokowi: Pejabat Dilarang Menerima dan Menjanjikan
- Jokowi: Rumah Dinas Lurah dan Camat Akan Dicabut
- Jakarta Bakal Punya Pedestrian Melayang
- Istri Perwira Polisi Dirampok di Tol Jagorawi













