Pengamat : BCA Sulit Jadi Bank Jangkar


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengamat perbankan dari INDEF, Iman Sugema, memprediksi bahwa merger antar bank akan terjadi sesama bank fokus. "Merger akan terjadi sesama bank fokus, terutama pada diantara bank-bank yang tidak memiliki segmentasi pasar yang sama," ujar Iman.

Bagi bankir, menurut Iman, yang terpenting adalah proses akuisisi atau merger bisa memberi nilai tambah yang lebih besar. Hal itu bisa memperkecil insentif akuisisi atau merger bagi bank-bank besar mengingat umumnya bank besar memiliki segmen yang luas dan tidak spesifik.
"Bank besar tidak akan begitu tertarik untuk mengakuisisi bank kecil, katakanlah yang memiliki modal Rp 5 triliun, sebab bagi mereka yang penting adalah peningkatan nilai tambah, dan itu tidak harus dengan akuisisi,"kata Iman.

Terkait bank besar yang terganjal sejumlah persyaratan sehingga sulit menjadi bank jangkar, Iman menilai bahwa bank tetap harus diberi hak untuk hidup, selama bank itu memiliki kinerja yang baik. "Tidak semestinya dipaksa, kecuali jika Bank Indoensia (BI) ingin secara drastis mengurangi jumlah bank. Namun, rasanya tujuan BI bukan itu. Target konsolidasi perbankan sesuai Arsitektur Perbankan Indonesia (API) berada di bank fokus,"ujar Iman.

Bank besar yang secara teknis sulit untuk diharapkan perannya sebagai bank jangkar, menurut Iman, BCA. Karena BCA memiliki rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga (LDR) dibawah 50 persen. "Sulit, sekalipun BCA bagus secara finansial, serta memiliki sistem dan tata kelola yang baik (good corporate governance),"katanya.

Thoso Priharnowo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X