Topik
Sistem Penerimaan Siswa SMA di DKI Bikin Bingung
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sistem penerimaan siswa SMA baru dari luar DKI berpusat di SMAN 70 bikin bingung. Memasuki hari kedua penerimaan siswa baru para pengelola tak bisa memberi penjelasan dengan baik kepada para orang tua siswa. "Saya dibiarkan menunggu lama tanpa kepastian, sementara anak saya harus segera mendaftar dan waktunya tinggal satu hari,"ujar Syaiful, orang tua seorang calon Siswi SMA 34 Jakarta.
Para orang tua harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan surat tanda bukti dari SMAN 70 yang bakal digunakan mendaftar ke SMA-SMA negeri di wilayah DKI, khususnya Jakarta Selatan pada 8 Juli. Para petugas tampak tidak mengerti tugasnya. "Kami tidak mengetahui sistem ini dengan jelas. Kami hanya ditunjuk oleh Dikmenti sebagai penyedia tempat,"ujar seorang petugas. Karena itulah, ebberapa orang tua kesal, dan terjadilah kericuhan. "Kami kecewa, sudah sejak kemarin mengantri, dan merasa dipimpong petugas,"kata Syaiful.
Untung saja kericuhan tidak berbuntut anarki. Adrian, seorang siswa SMP Penabur, mengaku juga kerepotan dengan sistem ini. Meski memiliki nilai rata-rata sembilan, ia masih pesimis bisa diterima di SMA Negeri Jakarta Selatan. "Masih terus berharap,"ujarnya.
Kepala sub Dinas Dikmenti, Katiyono, menyayangkan sikap orangtua yang terlalu banyak mengeluh tersebut. "Biarkan saja proses berlangsung. Kalau mengeluh berarti tidak sayang anak,"ujarnya.
Rengga Damayanti