Wapres: Permintaan Kepala BIN Copot Bupati Morowali Bukan Intervensi

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menganggap permintaan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar kepada Departemen Dalam Negeri untuk mencopot bupati Morowali Andi Muhammad, bukan merupakan intervensi pihak intelijen kepada pemerintahan daerah.

"Memang laporan-laporan yang ada, bupati Andi Muhammad, sesuai laporan BIN itu tidak berada di tempat, yang berarti bukan intervensi," kata Kalla menjawab wartawan seusai Jumatan di kantor Wapres, Jumat (15/7).

Selain itu, lanjut dia, memang sudah menjadi tugas menteri, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri untuk mendisiplinkan semua aparat negara agar menjalankan kewajibannya dengan baik. "Kalau soal bupati, gubernur, jarang berada di tempat, tentu itu melanggar disiplin pejabat kan?" ujar Kalla.

Kemarin, Kepala BIN Syamsir Siregar dalam rapat komunitas Intel Daerah di Palu, Sulawesi Tengah meminta Depdagri untuk mencopot Bupati Morowali Andi Muhammad.

Menurut Syamsir, Andi sudah tidak bertindak sebagai kepala daerah karena waktunya lebih banyak dihabiskan di Jakarta. Bila Andi tetap dibiarkan memegang jabatan bupati, bukan tidak mungkin daerah Morowali akan menjadi Poso kedua, menjadi daerah rusuh. Dimas Adityo