Revaluasi Yuan Lebih Berdampak ke Sektor Riil
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) Ryan Kiryanto membenarkan, revaluasi yuan lebih berdampak langsung pada sektor riil dibanding sektor perbankan.
"Revaluasi berpotensi membuat importir memiliki arus kas (cash flow yang lebih baik dan lebih solid sehingga lebih mampu membayar kewajibannya terhadap perbankan," kata Ryan kepada Tempo.
Meskipun demikian, menurut Ryan, dampak revaluasi yuan itu juga akan terasa jika suatu bank memiliki pinjaman valuta asing terhadap bank lainnya. "Dolar yang melemah akibat revaluasi yuan akan menjadikan beban pinjaman menjadi lebih ringan," jelasnya.
Analis pasar uang dari Currency Management Group Farial Anwar mengatakan, dampak (revaluasi yuan) saat ini hanya bersifat jangka pendek. Revaluasi yuan baru akan berdampak dalam jangka panjang jika besar revaluasi di atas 5 persen.
"Kalau di atas 5 persen akan mampu merubah struktur ekspor, meningkatkan daya saing, dan meningkatkan nilai tukar rupiah," katanya.
Pemerintah Cina pada Kamis (21/7) memutuskan untuk merevaluasi mata uang yuan sebesar 2,1 persen dari 8,3 menjadi 8,11 per dolar Amerika.
Rr Ariyani - Tempo
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Bisnis
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan













