Pembangunan Kawasan Tertinggal Butuh Rp 20 Triliun
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, Syaifullah Yusuf menyatakan diperlukan dana sebesar Rp 20 Triliun per tahun untuk mempercepat pembangunan kawasan tertinggal Indonesia. "Sebanyak 58 persennya untuk pembangunan infrasruktur, lainnya untuk pemberian modal usaha dan pengembangan sumber daya manusia,"kata Syaifullah.
Dalam membangun infrastruktur, kantor kementerian tersebut bersama Departemen Perhubungan tengah menyusun rencana untuk membangun dermaga di beberapa kecamatan. Bersama Departemen Perhubungan juga akan membangun bandara dan pelabuhan.
Pemerintah, menurut Syaifullah, tidak memiliki dana khusus untuk pembangunan kawasan tertinggal di Indonesia. Dana sebesar itu diambil dari anggaran tiap departemen teknis yang terkait dengan pembangunan ; seperti Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum.
Selain itu, pembangunan kawasan tertinggal juga diambil dari dana pemerintah provinsi dan daerah.
"Karena anggaran terbatas, kita patungan agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,"kata Cak Ipul panggilan akrab Syaifullah.
Saat ini terdapat 199 kabupaten teringgal di seluruh Indonesia. Sebesar 62 persen diantaranya berada di kawasan timur, 29 persen di Sumatera, 58 kabupaten dan 9 persen, 18 kabupaten di Jawa dan Bali.
Khairunnisa