Industri Telematika Prioritas Pengembangan Industri Nasional

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Perindustrian memasukkan industri telematika sebagai prioritas pengembangan industri di Indonesia. Pemerintah akan membantu dalam bidang pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).

"Untuk industrinya kan sudah profitable sehingga tidak perlu subsidi," kata Menteri Perindustrian Andung Nitimiharja, usai membuka Pameran Produk Telematika, Senin (8/8).

Dia menyatakan, perkembangan industri telematika di dunia saat ini mencatat pertumbuhan 6,9 persen per tahun. Nilainya pada tahun lalu mencapai US$ 533 miliar. Sementara pertumbuhan di Asia mencapai 23 persen per tahun dengan nilai US$ 42 miliar.

Di Indonesia, di luar komunikasi, baru tercatat US$ 1,3 miliar. Peningkatan pertumbuhan pada tahun lalu 9,8 persen, sedangkan tahun ini diperkirakan tumbuh 22,1 persen. Ekspor produk telematika pada tahun lalu mencapai US$ 2 miliar. Pada tahun 2009 ekspor ditargetkan bisa mencapai US$ 4-5 miliar.

Pemerintah menilai untuk mendorong industri telematika nasional yang kokoh dan mandiri, diperlukan pengembangan infrastruktur, sumber daya manusia, regulasi yang kondusif, dan pasar domestik yang berpihak pada industri dalam negeri.

Pemerintah juga membentuk Regional IT Center of Excellence (RICE) sebagai konsep pembangunan dan pengoperasian pusat dukungan teknologi informasi di beberapa daerah potensial. Daerah yang dimaksud, daerah yang memiliki tenaga ahli dan sarana penunjang siap pakai yang dapat digunakan sebagai inkubator regional di bidang informasi teknologi. RICE dikembangkan sejak 2002 dan telah berdiri di Universtas Trisakti, Jakarta, dan Universitas Gunadarma Depok. indriani