Diduga Korupsi, Indra Djati Segera Disidik Mabes Polri


TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menyatakan tidak mengetahui rencana pemeriksaan mantan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Indra jati Sidi oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri. "Saya belum tahu mengenai permasalahan itu, saya belum dapat laporannya," kata Bambang kepada wartawan, Rabu (10/11).

Indra Jati Sidi diduga terkait korupsi Proyek Pengadaan Buku Mata Pelajaran Bank Duni untuk sekolah dasar pada tahun 2003. Besarnya dana yang dikorupsi diduga mencapai Rp 154 miliar.

Menanggapi berbagai dugaan korupsi di departemennya, Bambang mengatakan tidak akan membuat tim penyelidikan dari internal Depdiknas. "Tahapnya sudah merupakan masalah hukum, (jadi) departemen ini tidak punya kewenangan untuk memeriksan dan mengadili," kata dia.

Menurut Bambang, pihaknya akan menyerahkan semua kasus dugaan korupsi di Depdiknas kepada polisi, kejaksaan, dan pengadilan. "Depdiknas tidak akan intervensi dan membiarkan semua lembaga bekerja sesuai dengan fungsinya," katanya.

Selain kasus proyek pengadaan buku, tiga pejabat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Depdiknas juga telah ditahan polisi terkait dugaan korupsi dalam Proyek Peningkatan Tenaga Akademik 2004. Ketiganya adalah Dedy Abdul Halim, Elan Suherlan, dan Helmi Untung Rintington yang ditahan sejak 25 Juli 2005.

Terkait dengan kasus tersebut, Bambang mengatakan satu orang pegawai Dirjen Dikti telah diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kalau memang sudah masuk tahap harus diserahkan ke penyidik ya kita lakukan," kata dia.

Menurut sumber Tempo di Depdiknas, ada pegawai Dirjen Dikti yang diserahkan ke KPK terkait dengan proyek peningkatan tenaga akademik. "Dia itu bikin surat pengadaan tenaga akademik fiktif, jadi tenaga akademiknya tidak benar-benar ada," kata dia.

Kasus dugaan korupsi di Dirjen Dikti tersebut bisa melebar ke Departemen Keuangan dan Bank Negara Indonesia (BNI). Karena menyangkut soal pencairan dan kewenangan validasi pencairan dana. Oktamandjaya Wiguna

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X