BI Anggap Pelemahan Rupiah Hanya Sesaat
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Indonesia menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh hingga di atas level Rp 10 ribu per dolar AS bersifat temporer.
"BI optimistis, karena tingginya permintaan valas ke depan tidak setinggi saat ini," ujar Deputi Gubernur BI Aslim Tadjuddin, Senin (22/8), di Jakarta.
Menurut Aslim, pelemahan rupiah karena banyaknya permintaan valas yang disebabkan berbagai kebutuhan seperti impor minyak oleh Pertamina, pembayaran pasokan listrik di perusahaan asing oleh PLN, pembayaran utang perusahaan asing yang telah jatuh tempo, serta perpindahan investor yang menaruh dananya di pasar saham ke pasar uang.
Sebaliknya, kata Aslim, pasokan valas dari hasil ekspor atau utang luar negeri belum ada. "Banyaknya permintaan dan kesenjangannya dengan pasokan valas ini membuat rupiah tertekan," tuturnya.
Kendati begitu, ia memastikan, BI tetap akan menyeimbangkan permintaan dan pasokan dolar. BI juga melakukan intervensi pasar.
Aslim menyatakan masyarakat tidak perlu panik dan menganggap bahwa nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 10 ribu per dolar AS sebagai batas psikologis. RR. Ariyani
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Mobil-mobil Keren di Film `Fast & Furious`
- Pengacara PKS Bungkam Soal Pelat Nomor Palsu
- Dahlan Iskan Semangati 10 Ribu Guru di Bogor
- Karena Cantik, Wanita ini Tidak Bisa Bekerja
- Wapres Barcelona: Mourinho Itu Momok bagi Spanyol
- Jokowi: Siapa Saya, Kok Dibikinin Film?
- Dugaan Korupsi Rp 700 Miliar, Menteri Nuh: Saya Pelajari
Berita Utama Bisnis
- PTPN X Targetkan Laba Naik sampai Rp 500 Miliar
- Kadin Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan
- Kalbe Farma Tarik 7,7 Persen Saham
- Aspperda Usul Smelter Dibangun dengan Kluster
- Longsor, Serikat Buruh Akan Gugat Freeport
- Bumiputera Targetkan Pendapatan Rp 8,4 triliun
- SBY Pilih Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan














