Rupiah Loyo, Bank Masih Tunggu Perkembangan


TEMPO Interaktif, Jakarta:Beberapa bank menyatakan belum akan merevisi target akibat pelemahan rupiah yang terjadi akhir-akhir ini. Karena perbankan masih melihat dan menunggu perkembangan nilai tukar rupiah ke depan. "Saat ini belum ada revisi target, tapi kemungkinan akan tetap. Kajian tentang target akan dilakukan pada September nanti,"ujar Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk Sigit Pramono, Selasa (23/8) di Jakarta.

Sigit menilai perbankan, khususnya BNI tidak bisa bereaksi dengan cepat menanggapi pelemahan rupiah.
"Karena kami melihat fluktuasi nilai tukar mata uang berlangsung sangat cepat,"katanya.

Mantan Direktur Utama PT Bank International Indonesia Tbk ini juga menyatakan pelemahan rupiah saat ini malah berdampak positif bagi nasabah yang berorientasi pada kegiatan ekspor. "Mereka (nasabah) justru akan senang. Dan artinya tidak mungkin ada NPL (kredit bermasalah) pada sektor ini,"ujar Sigit.

Senada dengan Sigit, Direktur PT Bank Permata Tbk Elvyn G Masassya pelemahan rupiah tidak serta merta ditanggapi dengan penyesuaian target perbankan tahun ini. "Perkiraan kami (Bank Permata) nilai tukar rupiah masih berada dalam batas toleransi, yaitu Rp 9.500 hingga Rp 10 ribu per dolar AS. Jadi belum berimplikasi terlalu besar,"katanya.

Menurut Elvyn, pelemahan rupiah secara langsung akan mempengaruhi nilai asset dan liabilities dari perbankan yang bernominal non rupiah. "Bisa jadi nilai aset menggelembung karena perubahan kurs. Dan debitur yang punya utang dalam dolar AS akan memiliki utang yang bertambah besar,"ujarnya.

Rr. Ariyani

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X