Topik


Sopir Bus dan Penumpang Keluhkan Perubahan Jalur

TEMPO Interaktif, Jakarta: Para sopir bus pengumpan busway koridor I jalur Blok M-Kota mengaku rugi dengan perubahan rute yang dimulai, Rabu (24/8) ini. Mereka mengaku pendapatannya berkurang karena trayek baru tak seramai jalur sebelumnya.

Keluhan di antaranya datang dari para sopir dan kernet Hiba Utama Patas 125. Jalur bus non-AC itu sebelumnya Blok M-Tanjung Priok, dan kini berubah menjadi jurusan Tanjung Priok-Pasar Baru. " Biasanya dua kali pulang pergi udah dapat Rp 400 ribu, sekarang baru dapat Rp 90.000," kata Sukrim, 31 tahun, sopir bus P125 di Terminal Priok.

Biasanya, kata Sukrim, bus sudah penuh dari Terminal Blok M. Ini berbeda dengan situasi penumpang di Pasar Baru, yang menurut dia, tak seramai Blok M. Selain
itu, penumpang di terminal Tanjung Priok pun mulai beralih ke bus lain dengan tujuan Blok M.

Jurusan Priok-Blok M kini masih dilayani empat bus, yakni P49 (AC), Steady Safe P65 (AC), P16 (non-AC), dan P89 (non-AC). Empat bus itu tidak dialihkan rutenya karena tidak bersinggungan dengan jalur busway Blok M-Kota.

Penumpang pun kerepotan dengan perubahan rute. Nurdin, 35 tahun, misalnya. Pekerja yang biasa naik P17 itu menyatakan, perubahan rute bus membuat ongkos menuju tempat kerjanya berlipat. "Nambah ongkos dan ngabisin waktu penumpang aja," katanya.

Romlah, 35, yang selalu menumpang P10 untuk berdagang di Muara Angke dari tempat tinggalnya di Kampung Rambutan juga mengeluh. "Repot, mesti berganti mobil, ongkosnya nambah lagi," katanya. Yuliawati