MMI : Kami Sudah Saling Memaafkan

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai almarhum Nurcholis Madjid sebagai tokoh yang unik, religius , nasionalis, dan cendekiawan. Menurutnya, saat ini sulit mencari tokoh sekaliber Nurcholis. "Saya mengucapkan belasungkwa yang sedalam-dalamnya,"katanya.

Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai, konsep pluralisme yang diajarkan Cak Nur cocok dengan masyarakat Indonesia yang majemuk. Menurutnya, konsep ini sejalan dengan ajaran Islam yang menghormati keragaman dan perbedaan di dalam masyarakat.

Aktivis Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI), Fauzan Anshari mengatakan dirinya dan Abu Jibril sempat bertemu dengan Cak Nur sebulan lalu di rumah cendikiawan itu. Dikabarkan sejumlah aktivis Islam mengintimidasi Cak Nur. Namun, menurut Fauzan pada kesempatan pertemuan itu, Cak Nur mengklarifikasi beberapa tulisannya yang dinilai kontroversial oleh MMI. "Pertemuan diakhiri dengan saling memaafkan,"kata Fauzan.

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Hussein Umar menyatakan, Nurcholis mengalami perubahan pola pikir yang cenderung menjadi sekuler. "Padahal dulunya ia sempat dijuluki Natsir Muda,"katanya. M.Natsir adalah tokoh Masyumi, pejuang Indonesia angkatan 1945.

Budi Riza