Rupiah Anjlok, Proyek Pembangunan Tak Dijadwal Ulang


TEMPO Interaktif, Denpasar:Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto mengatakan, tak ada penjadwalan ulang atas proyek-proyek pembangunan akibat melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika. Semua proyek pembangunan yang telah direncanakan tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

"Justru Presiden meminta agar secepatnya (proyek) itu direaliasasikan. Jangan sampai ditunda-tunda," kata Joko seusai membuka 2st Southeast Asia Water Forum di Bali Intercontinental Convention Center Nusa Dua Bali, Senin (29/8).

Hal itu untuk menjaga agar jangan sampai terjadi kemandegan kegiatan pembangunan. Pembiayaannya berasal dari bantuan-bantuan luar negeri yang telah diterima pemerintah. "Dana- dana itu bakal segera dicairkan," ujarnya.

Melorotnya nilai tukar rupiah, menurutnya sangat kecil pengaruhnya terhadap pembiayaan proyek pembangunan fisik. Sebab, nilai proyek yang tergambar dari
rancangan anggaran biaya dianggarkan dengan memakai rupiah, bukan dolar.

Justru, dengan melemahnya nilai tukar rupiah menguntungkan. Sebab, nilai bantuan yang berbentuk dolar menjadi lebih besar nilainya ketika ditukar dengan rupiah. "Pokoknya, tidak ada penjadwalan ulang proyek karena kondisi rupiah dan (naiknya harga) minyak," tegas Joko. Rilla Nugraheni

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X