Cak Nur Mengalami Kelainan Hati yang Berkembang Pesat.
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ahli ginjal Rumah Sakit Pondok Indah, Widodo Soeprapto, mengatakan kondisi Nurcholish Madjid alias Cak Nur sebelum meninggal mengalami kelainan hati yang berkembang pesat.
Tim dokter yang merawatnya kemudian terpaksa menyesuaikan obat untuk mengatasi kebocoran ginjalnya dengan kegagalan fungsi hati. Kondisi Cak Nur, kata dia, sejak kemarin mulai menurun tapi masih ada komunikasi dengan keluarga.
Sementara itu, Direktur Medik Rumah Sakit Pondok Indah, Musaida, mengungkapkan Cak Nur masuk ke RS setelah mengeluh perutnya mual dan muntah-muntah. Cak Nur nyaris dibawa pulang, namun dia mengalami muntah kembali sehingga langsung dimasukan ke ruang ICU tapi tidak ada kemajuan. "Lalu diputuskan agar lebih dekat dengan keluarga untuk menambahkan spirit penyembuhannya," kata Musaida.
Cak Nur meninggal dunia pada pukul 14.05 WIB setelah menjalani perawatan sejak 15 Agustus lalu karena gangguan fungsi hati dan ginjal (hepato-renal syndrome). Saat ini, jenazah Cak Nur disemayamkan di Kampus miliknya Paramadina, dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pukul 10.0 Wib nanti. Istiqomatul Hayati





