Sekretariat Komisi Kebenaran dan Persahabatan Mulai Beroperasi
TEMPO Interaktif,
Denpasar:Sekretariat Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) antara Indonesia dan Timor Leste di Denpasar mulai beroperasi, (30/8). Sekretariat ini berfungsi untuk mendukung kerja-kerja komisi bentukan kedua negara.
Kepala Sekretariat KKP Kristio Wahyono menyatakan, operasional sekretariat didukung oleh 12 orang staf. Dua diantaranya berasal dari Timor Leste, yakni seorang Wakil Ketua dan 1 petugas administrasi. "Kami juga didukung oleh staf lokal untuk pekerjaan seperti sopir dan petugas keamanan," ujarnya.
Seluruh operasional sekretariat dibiayai oleh Departemen Luar Negeri Indonesia. Namun, untuk fasilitas gedung, mereka memperolehnya dari Pemda Bali dengan status pinjam pakai selama 1,5 tahun. Pembiayaan sekretariat itu terpisah dari pembiayaan komisi yang berasal dari urunan kedua negara.
KKP dijadwalkan akan mulai bersidang pada 1-5 September mendatang di Bali. Agendanya, menetapkan kerangka kerja komisi yang memfokuskan pekerjaannya pada pengungkapan pelanggaran HAM di Timtim pada jajak pendapat tahun 1999. Pengungkapan didahului dengan me-review pengungkapan kasus ini sebelum di Komnas HAM dan di depan pengadilan HAM.
Menurut Kristio, mekanisme kerja KKP yang memiliki 16 anggota dengan masing-masing 3 anggota cadangan dari satu negara akan tergantung pada pertemuan tersebut.
"Berapa kali mereka akan bertemu dalam sebulan dan siapa saja yang akan tinggal di Bali, misalnya," tegas dia. Pihak sekretariat, tegas di, siap memfasilitasi pelaksanaan keputusan komisi itu. Rofiqi Hasan





