Bank Syariah Tak Terpengaruh Patokan BI
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Compliance and Coorporate Support Bank Muamalat, Andi Buchari menyatakan, Bank Muamalat tidak terpengaruh kenaikan Patokan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 9,5 persen. Pertumbuhan Bank Muamalat justru naik dengan pertumbuhan aset sekitar Rp 300 miliar pada Agustus 2005.
Aset Bank Muamalat Agustus 2005 sebesar Rp 6,534 triliun dan pada Juli 2005 Rp 6,2 triliun. "Kami optimis pertumbuhan akan terus tinggi,"ujar Andi. Meski BI Rate naik, ujar Andi, kinerja Bank Muamalat hingga kini masih stabil. "Kami wait and see kondisi makro ekonomi Indonesia,"katanya.
Menurut Andi, jika kondisi memaksa, Bank Muamalat tetap tidak akan mengubah persentase bagi hasil sebesar 8,5 persen. "Yang kami ubah nisbah minimal, tapi kami putuskan untuk sekarang belum, karena masih stabil," katanya. Prosentase nisbah minimal Bank Muamalat adalah 55 persen bagi nasabah, dan 45 persen bagi bank. Ia jika kinerja keuangan membaik,meski tanpa penyesuaian prosentase nisbah, Bank Muamalat akan tetap tumbuh optimal.
Kondisi rasio kredit macet (NPF atau NPL pada bank konvensional) Bank Muamalat per Agustus 2005, menurut Andi. adalah 2,7 persen, meningkat dari Juli 2005 sebesar 2,9 persen."Kami tetap melakukan ekspansi pembiayaan,"katanya. Bank Muamalat per Agustus 2005 telah melakukan pembiayaan sebesar Rp 5,7 triliun
Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Yuslam Fauzi menyatakan kenaikan Patokan BI 9,5 persen, sudah ia antisipasi sejak Juni lalu."Kami menaikkan nisbah (rate) pembiayaan, sehingga pendapatan kami naik dan yang dibagi ke deposan juga lebih besar,"ujarnya.
Menurut Direktur Manajemen Resiko Bank Syariah Mandiri Hana Wijaya, untuk sementara Bank Syariah Mandiri akan menghentikan pembiayaan.
Terkait kenaikan Patokan BI sebesar 9,5 persen, menurut Hana, Bank Syariah Mandiri berniat menaikkan bagi hasil atau mudharabah. "Kami belum tetapkan angkanya, BI Rate naik, pasti bank konvesional bunganya juga naik," ujarnya. Kenaikan bagi hasil, agar tidak kalah bersaing dengan bank-bank konvensional.
Astri Wahyuni
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- FOTO: Ditabrak Burung, Pesawat Mendarat Darurat
- Pertumbuhan Sel Otak Hapus Memori Masa Batita
- Dortmund Vs Bayern: Final Komplet Buat Klopp
- Ahok: KJS Baru Jalan Sudah 'Diributin'
- Roy Suryo Buka Kompetisi Surfing di Pulau Merah
- Begini Sukotjo Antar Duit Rp 2 Miliar ke Djoko
- Pecat Stramaccioni, Inter Tunjuk Mazzarri
Berita Utama Bisnis
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen














