Infografis
Ryamizard : Australia Potensi Ancaman Bagi Indonesia
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bekas Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, mengingatkan adanya potensi ancaman yang mengganggu keutuhan NKRI dari beberapa negara tetangga seperti Australia, Singapura, dan Malaysia.
Dalam Seminar Menggali Semangat Sumpah Pemuda untuk Tegaknya Kedaulatan NKRI, Sabtu (10/9), di Jakarta Media Center, Ryamizard menyatakan, hingga saat ini Australia terus melakukan pembangunan kekuatan yang mengarah ke utara. "Dalam buku putih mereka ancamannya adalah Indoneisa,"katanya. Dia mengingatkan pengalaman di Timor Timur, Australia paling berpengaruh terhadap lepasnya propinsi itu dari Indonesia.
Ancaman itu terjuga telihat dari kebijakan pre-emptive Australia yang menggunakan konsep Autralian Maritime Indentification Zone (AMIZ). Ancaman juga terlihat dalam kasus Papua dimana Australia aktif merespons sinyalemen penentuan pendapat rakyat di Papua.
Sedang dari Singapura, belum adanya batas negara yang jelas, menurut Ryamizard, Singapura bisa saja memperluas wilayahnya ke arah wilayah Indonesia. Terkait dengan kepentingan Singapura atas perairan Selat Malaka. Ancaman yang lain yaitu Singapura sering menjadi tempat pencucian uang oleh konglomerat hitam Indonesia.
Dengan Malaysia, Indonesia telah mengalami beberapa pengalaman yang tidak menyenangkan. Misalnya, lepasnya Pulau Sipadan-Ligitan, dan sekarang ancaman lepasnya Blok Ambalat. Selain Malaysia berkepentingan atas Selat Malaka, daerah mereka juga menjadi tempat pelarian dan persembunyian GAM.
Karena itu, Ryamizard mengingatkan, agar Indonesia lebih mementingkan kepentingan nasionalnya daripada persahabatan. "Dengan Malaysia atau Singapura kita bersahabat, tetapi kepentingan nasional tetap hal yang utama,"ujarnya. Jika sebuah negara diserang dan dihancurkan yang dapat mempertahankan adalah negara itu sendiri.
Sunariah