Infografis
Irma: Potong Leher Saya, Kalau Saya Calo
TEMPO Interaktif, Jakarta: Irma Hutabarat, selebritas yang dituduh memiliki kaitan dengan kasus percaloan di DPR, membantah tuduhan itu. "Potong leher saya kalau saya calo," kata mantan presenter program Today's Dialogue di Metro TV itu ketika dihubungi melalui telepon, Kamis (14/9).
Irma mengaku pertemuannya dengan anggota DPR selama ini semata-mata dalam kapasitasnya sebagai warga masyarakat yang peduli pada daerah pemilihannya, Tapanuli Utara. Ia menyebutkan, kondisi infrastruktur di wilayah Sumatera Utara tempatnya berasal itu parah karena sering diterpa gempa.
Menurut Irma, namanya sengaja disebut-sebut mereka yang ingin menyembunyikan skenario besar. "Siapa saya ini kok hebat bener bisa mencairkan dana, presiden saja gak bisa," ujarnya.
Ia mengaku bertemu dengan Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis sebagai upaya untuk memperjuangkan daerahnya. Kedatangannya, kata dia, untuk memperkenalkan Bupati Tapanuli Utara serta memberitahukan kondisi di wilayah itu kepada Emir. "Tapi Emir itu udah kayak dewa aja, gak tersentuh," ujar Irma, yang menjadi calon anggota DPR dari PDI Perjuangan pada Pemilu 2004.
Menurut dia, Bupati Tapanuli Utara tak memberinya uang. Ia juga mengaku tak memberi Emir uang. Karena itu, ia menegaskan bahwa dirinya bukan calo.
Ia pun mendeskripsikan calo DPR sebagai "orang bermain di luar parlemen" dan "biasanya di kafe-kafe". Sejauh ini, Tempo belum berhasil memperoleh konfirmasi atas keterangan Irma ini kepada Bupati Tapanuli Utara. Rengga Damayanti