Polisi Kejar Penculik Siswi SD Penabur

TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang anak bernama Jennifer Cing, kelas 6 sebuah SD Kristen BPK Penabur 10, Muara Karang di Jakarta Utara, diculik sekelompok orang di kawasan Penjaringan. Anak umur 11 tahun itu disekap selama 15 jam oleh empat orang. Penculik minta tebusan Rp 5 miliar.

Menurut Kepala Polsek Penjaringan Komisaris Polisi
Arman Achdiat, peristiwa itu berlangsung Rabu (13/9)
sekitar pukul 07.00 pagi di depan sekolah Pada pukul
22.30, korban di lepas di trotoar Pluit Barat, Muara
karang. "Keadaan korban diikat tangan dengan lakban
hitam,"kata Arman.

Pelaku penculikan diduga melibatkan empat orang, salah
satunya perempuan keturunan Cina berusia antara 25-30
tahun. "Empat orang tersangka masih dalam pengejaran
kami. Seorang pelakunya sangat dikenal oleh keluarga
korban,"katanya, Jumat (16/9).

Orang tua korban bernama Cing merupakan seorang sales
manajer properti di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka
beralamat di Jalan Pluit Blok A 8, Muara Karang, Jakarta Utara. Orangtua korban melaporkan kejadian dan meminta bantuan polisi.

Penculik menghubungi keluarga korban sebanyak lima
kali via telepon. Pertama kali menghubungi keluarga
korban sekitar pukul 13.00 , meminta tebusan Rp 5
miliar. Setiap dua jam kemudian penculik menghubungi
kembali hingga pukul 15.00, kemudian setiap satu jam
penculik menghubungi via telepon. "Pembicaraan
sangat singkat,"kata Arman.

Penculik juga sempat mengirimkan pesan pendek (sms)
kepada keluarga korban memberitahukan bahwa korban
dilepaskan. Polisi tak bersedia memberitahukan alasan
detail korban dilepaskan oleh penculik.

Saat bernegosiasi, polisi menemani keluarga korban.
Polisi melakukan penelusuran melalui 5 nomor handphone
yang dimiliki pelaku untuk menghubungi keluarga
korban. "Saat dihubungi, handphone mereka tak aktif
lagi,"ujarnya. Orangtua korban mengaku tak memiliki uang sesuai dengan permintaan penculik. "Keluarga hanya mampu
mengumpulkan Rp 100 juta,"ujar Arman. Sehingga, untuk
mengantisipasi terjadinya pertemuan dengan penculikan, keluarga korban menyediakan uang kertas bakar Cina, dengan jumlah yang diperkirakan sebanyak uang Rp 5 miliar.

Penculik perempuan korban telah mengenal korban. Pada
hari Senin (11/9) penculik menemui korban untuk
mengantarkan bingkisan buku. "Bingkisan itu disebutkan
berasal dari salah seorang kakeknya,"kata Arman.

Karena telah saling mengenal, saat penculik menemui
korban di sekolah Rabu pagi, pembantu perempuan korban
dan korban tak curiga. Pelaku memberi tahu kepada
korban kalau kiriman kakeknya ada yang tertinggal.
Lantas korban diajak mengambil. "Sejak itulah korban
disekap,"kata Arman. Penculik menggunakan mobil.

Korban sempat diajak berkeliling Jakarta. Setelah
sekitar setengah jam korban diculik dari depan
sekolah, penculik membawa korban ke sebuah ruko.
Menurut Arman, korban mendengar nama ruko dengan
sebutan daerah "Bekasi" dari penculik. "Sempat
disembunyikan selama dua jam disebuah ruko,"kata
Arman lagi.

Namun, kata Arman, dari penyelidikan BTS (radar untuk mengetahui lokasi via ponsel), korban masih dibawa berputar seputar Muara Karang. Korban tidak disiksa. Korban mengaku, meskipun diikat dengan lakban,
namun diberi makan. "Sempat disuapi,"ujarnya.

Yuliawati