Salah Tempatkan Diri, Chusnul Diprotes Peserta Seminar

TEMPO Interaktif, Nganjuk:Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Chusnul Mariyah diprotes para peserta seminar tentang Pilkada Damai yang digelar di Hotel Nirwana, Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (22/9). Protes itu dipicu oleh sikap Chusnul yang lebih banyak membicarakan persoalan korupsi di KPU. Padahal dia diundang ke Nganjuk dalam rangka menjadi pembicara dengan tema Kajian Kritis Pilkada Damai.

Seminar yang digelar KPU Kabupaten Nganjuk itu
dihadiri sekitar 200 undangan yang terdiri dari para
birokrat setempat, aktifis LSM, tokoh masyarakat dan
sejumlah pejabat TNI/POlri.

Perasaan kecewa peserta seminar mulai terasa ketika
Chusnul hendak menjadi pembicara seminar. Sebelum
memulai pembicaraan, Chusnul membagikan buku putih
setebal 20 halaman tentang klarifikasi terjadinya
korupsi senilai Rp 90,2 Miliar di KPU sebagaimana
hasil audit dan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK).

Lalu Chusnul lebih banyak mengupas isi buku
putih KPU itu, khususnya yang berkaitan dengan hasil
rapat dengar pendapat dengan DPR. Di tengah-tengah semangat Chusnul membahas soal korupsi, Totok Budi Hartono, salah seorang peserta seminar langsung memprotes agar Chusnul fokus ke tema seminar. Namun protes itu sama sekali tak ditanggapai Chusnul. Akibatnya Totok langsung meninggalkan ruangan
seminar diikuti sejumlah peserta lainnya.
"Saya hadir ke sini untuk belajar kajian kritis KPU
tentang Pilkada. Ini kok malah ngomongin korupsi KPU.
Apa hubungannya. Kami semua sudah tahu apa yang
terjadi di KPU, termasuk Ketua KPU Nazaruddin
Syamsuddin dan anggota lainnya yang telah menjalani
proses hukum,"ujar Totok di luar ruang seminar.

Usai seminar, Chusnul Mariyah justru berang saat
ditanya soal materi pembicaraannya yang diprotes
peserta. "Apa dilarang membicarakan masalah korupsi di KPU. Ada-ada saja pertanyaan kalian, nanti justru bikin
masalah saja,"kata Chusnul sembari meninggalkan ruang
seminar.

Dwidjo U. Maksum