Bantuan Asing Mulai Masuk Tangani Flu Burung
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan, tim investigasi dari luar negeri akan membantu temukan sumber penularan virus H5N1. Termasuk untuk membuktikan hipotesis penularan seperti migrasi burung atau vektor hewan lainnya. "Apakah kucing, tikus, atau kecoa, semua akan diteliti,"kata Fadilah usai rapat koordinasi dikantor Menko Kesra, Jakarta, (23/9).
Sebelumnya, Fadilah menyebutkan sejumlah hipotesis yang berkaitan penyebaran virus H5N1 antara lain, migrasi burung dari belahan bumi utara ke selatan yang transit di salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Bahkan, baru-baru ini ada penelitian di UGM Yogyakarta yang menemukan lalat sebagai vektor penularan virus ini.
Menurut Menko Kesra Alwi Shihab, tim yang didatangkan dari Amerika Serikat dan Jepang ini juga untuk membantu diagnosa dan peningkatan kapasitas sarana penelitian virus flu burung. "Agar lebih cepat dan akurat dalam mendeteksi seseorang apakah terinfeksi flu burung atau tidak,"kata Alwi.
Bantuan, juga diberikan melalui pelatihan kepada para petugas medis di 44 rumah sakit yang disiapkan pemerintah sebagai rujukan pasien yang diduga terinfeksi flu burung. Untuk itu, pemerintah AS menyumbangkan US$ 25 juta dalam penanganan dan penelitian penyakit flu burung. "Bantuan untuk negara-negara di Asia Tenggara yang pernah mengalami kasus flu burung. Namun sebagian besar dialokasikan untuk Indonesia,"kata Alwi.
Ami Afriatni





