Indeks Harga Saham Diperkirakan Masih Terus Melemah


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta: Perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan lalu mengalami penurunan menerus hingga mencapai 53 poin pada level 1.012,851. Analis bursa dari Recapital Securities, Haryajid Ramelan, memperkirakan bahwa tren penurunan akan berlanjut pekan ini hingga ke level 980.

"Potensi penurunan masih ada. Indeks minggu ini mungkin akan bergerak pada kisaran 980-1.030," kata Haryajid saat Tempo menghubungi lewat telepon di Jakarta, Minggu (25/9).

Menurut Haryajid, rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan berdampak pada psikologis investor. "Kenaikan BBM akan meningkatkan biaya operasional yang berdampak pada turunnya pendapatan perusahaan. Kekhawatiran ini akan menyebabkan banyak investor melakukan aksi jual," ujar dia.

Isu global, kata dia, juga masih akan menghembuskan sentimen negatif ke lantai bursa. Diantaranya, Topan Katrina di Amerika Serikat disusul Badai Rita yang menghantam Teluk Meksiko. "Badai itu menghancurkan sebagian besar infrastruktur industri minyak Amerika Serikat. Hal ini akan berakibat pada naiknya minyak dunia," kata Haryajid.

Minggu lalu, IHSG hanya sempat menguat pada hari pertama pasar sebesar 9,865 poin pada level 1.066,591. Hari berikutnya, IHSG terus tergerus hingga mencapai level 1.012,851 pada akhir minggu, Jumat (23/9). Sementara, harga minyak dunia juga terus berfluktuasi pada kisaran USD 63 - 68 per barel.

Senada dengan Haryajid, analis bursa dari Trimegah Securities, Fajar Hidayat juga memperkirakan IHSG masih berpeluang untuk jatuh. "Jika nilai 1.010 ditembus, indeks mungkin akan bergerak hingga ke level 950, dengan batas atas 1.030," kata Fajar. Suliyanti Pakpahan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X