MUHAMMADIYAH TETAPKAN AWAL PUASA 5 OKTOBER

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1426 H jatuh pada 5 Oktober dan Idul Fitri pada 3 November 2005. Penetapan didasarkan pada hisab (perhitungan) dan rukyah (observasi) oleh tim Majelis Tarjih PP Muhammadiyah.

Penetapan awal puasa itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin didampingi Sekjen Rosyad Sholeh dan Ketua Majelis Tarjih Syamsul Anwar di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (3/9).

Majelis Tarjih menyebutkan, bagi warga Afrika dan sebagian Timur Tengah, termasuk Arab Saudii, awal Ramadhan jatuh pada 4 Oktober. Untuk wilayah Asia, termasuk Indonesia, awal Ramadhan jatuh pada 5 Oktober.

Dikatakan Din Syamsuddin, perbedaan awal Ramadhan dan Idul Fitri tidak perlu dipersoalkan. Sebab, kata dia, masing-masing mempunyai dasar keyakinan dan perhitungan sendiri. Yang penting, kata dia, pemerintah tidak perlu ikut campur dan cukup menentukan waktu hari liburnya saja.

?Sebab kalau pemerintah memilih salah satu dari dua pendapat yang ada, justru akan menambah permasalahan baru," kata Sekretaris Majelis Ulama Indonesia itu.

Hingga Senin siang, belum ada kepastian waktu awal puasa dari Nahdlatul Ulama. Departemen Agama juga baru akan rapat untuk membahasnya, Senin sore. Syaiful Amin