Kalla: Jemaah Islamiyah Tak Pernah Ada di Indonesia
Grafis Terkait
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah menegaskan bahwa organisasi bernama Jemaah Islamiyah tidak pernah ada di Indonesia. Wakil Presiden Kusuf Kalla mengatakan, organisasi itu juga terkesan tidak memiliki bentuk yang jelas.
"Jadi bagaimana membubarkannya?" kata Wapres di Jakarta, Minggu (9/10), menanggapi permintaan Perdana Menteri Australia John Howard agar Indonesia menyatakan Jemaah Islamiyah sebagai organisasi terlarang.
Karena tidak jelas eksistensinya, kata Kalla, pemerintah Indonesia memang tidak pernah mengakui keberadaannya sejak awal. Ia juga menegaskan, pemerintah tidak mengetahui orang-orang yang tergabung dalam organisasi itu.
Namun ia menegaskan pemerintah akan bersikap tegas jika terjadi hal-hal yang melanggar hukum. "Kita lawan kalau ada apa-apa," kata dia.
Howard pekan lalu menyatakan akan mendesak pemerintah Indonesia agar menyatakan Jemaah Islamiyah sebagai organisasi terlarang. Ia mengaku telah meminta Menteri Luar Negeri Alexander Downer agar pergi ke Jakarta, guna keperluan itu. Budiriza
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Nasional
- Busyro: KPK Bisa Segera Tahan Andi Mallarangeng
- Begini Sukotjo Antar Duit Rp 2 Miliar ke Djoko
- Ahmad Rozi Akui Diminta Luthfi Siapkan Data Daging
- Eksekusi Supersemar, Kejaksaan Cari Berkas Putusan
- Revitalisasi Situs Soekarno Rp 44,5 Miliar
- Pemilik Akun @benhan Jadi Tersangka
- Saat Kelulusan, Darin Mumtazah Tak Ada di Sekolah














