Jusuf Kalla Bantah Bersaing Jadi Presiden pada 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah penilaian orang bahwa dirinya terlalu dominan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam setahun pemerintahan mereka. Pernyataan wapres Jusuf disampaikan saatmenjawab pertanyaan wartawan tentang munculnya plesetan SBY-JK (Susilo Bawahannya Jusuf Kalla).

Jusuf Kalla mengaku melakukan berbagai hal untuk menjalankan kebijakan yang digariskan oleh Presiden Yudhoyono. "Bahwa itu mungkin dianggap tidak lazim itu karena memang gaya saya,"katanya di Jakarta, Rabu (19/10) malam.

Wapres Jusuf Kalla mencontohkan ketika berperan besar pada proses perdamaian di Aceh itu juga dilakukan dalam rangka menjalankan kebijakan presiden. "Presiden, ingin agar konflik di Aceh diselesaikan secara damai. Itu yang saya jabarkan,"katanya.

Sebagai Ketua Umum Partai Gokkar, Jusuf Kalla mengaku sudah meninggalkan loyalitas pada partainya untuk negara. Karena itu dia menjamin akan melakukan tugas kenegaran sebagai Wapres dengan sebaiknya.

Jusuf Kalla juga menepis kemungkinan dirinya maju pada pemilihan umum Presiden 2009. Menurutnya, partai yang besar tidak menjamin calonnya akan memenangkan calonnya memenangkan pemilihan presiden. "Lihat pemilu kemarin, tidak ada calon dari partai besar yang memenangkan pemilihan, Tapi, saya dan SBY yang didukung partai kecil justru menang,"katanya.

Budi Setyarso