Jusuf Kalla : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dari regional yaitu Malaysia, Thailand, dan Singapura, meskipun masih kalah dibandingkan Cina dan India. "Mudah-mudahan bisa capai 6 persen atau kurang sedikit,"katanya di kantornya.
Menurut Jusuf Kalla, kondisi ekspor dan investasi yang naik 30 persen cukup baik. Nilai tukar rupiah juga stabil di Rp10 ribu. Meskipun inflasi naik dan tingkat sukubunga naik, ini lebih karena faktor eksternal, yaitu
harga minyak mentah yang melonjak. Akibatnya ada
target yang tidak bisa dicapai. "Faktor eksternal
tidak bisa dihindari,"ujarnya.
Jadi, menurut Jusuf Kalla, mengukur kinerja kabinet itu bisa menggunakan tiga patokan, yaitu perbandingan kinerja
pemerintah dari tahun ke tahun, tercapai atau tidaknya
target, dan perbandingan dengan regional sekitar.
Mengenai pengembalian tingkat kepercayaan masyarakat
yang turun karena bahan bakar minyak naik, Jusuf Kalla yakin ini bisa dilakukan mulai tahun depan. Karena anggaran pembangunan tahun depan akan lebih besar dan tingkat defisit akan kecil. "Dengan kondisi keuangan seperti itu dan kondisi keamanan dan politik yang lebih baik, investasi akan lebih mudah, konsumsi akan lebih baik. Akan timbul kembali kepercayaan masyarakat,"katanya.
Budiriza
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Hari Ini, Chatib Basri Bahas APBN Perubahan 2013
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan
- Harga BBM Naik, Pemerintah Bikin Tim Sosialisasi














