Stres Urus Kompensasi BBM, Ketua RT Minum Racun

TEMPO Interaktif, Depok:Ketua Rukun Tetangga (RT) 02 / 08 Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Nur Hasan, nekad minum obat serangga karena stres diprotes warga yang tidak menerima dana kompensasi BBM.

Menurut penuturan, Inih, isteri Nur Hasan, menjelang maghrib dua hari lalu, suaminya dikepung warga saat sedang berjalan menuju rumah sepulang kerja. Mereka menanyakan soal dana kompensasi BBM. "Ada yang bawa golok, semuanya ngatain (mengecam) bapak," kata Inih sambil menahan tangis, Kamis (20/10).

Sesampainya di rumah, suaminya itu langsung terduduk lemas. "Pusing sama warga," ujar Inih menirukan Nur. Kemudian, sekitar pukul 19.00 WIB, ucap Inih, suaminya pergi meninggalkan rumah. "Saya nggak tahu dia mau pergi kemana," ucapnya.

Sekitar pukul 23.30 WIB, Sulaeman, tetangga Nur Hasan, menemukan tubuh Ketua RT-nya tergeletak di pelataran rumah dengan mulut penuh busa. Dari mulutnya tercium bau racun serangga. "Saya juga menemukan botol Baygon satu liter di dekat got depan. Isinya sudah habis separuh," ujarnya.

Ia pun berteriak minta tolong dan segera membawa tubuh Nur Hasan ke dalam rumah. Sedangkan Inih berusaha menyadarkan Nur Hasan dengan cara meminumkan air. Karena tak kunjung sadar, ia membawanya ke klinik. Tapi karena tutup, Nur akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Yudha.

Inih mengaku kesulitan mencari biaya berobat suaminya yang mencapai Rp 3 juta. "Dia (suaminya) bekerja sebagai kuli bangunan. Dapat duit dari mana," ujarnya. Kini, menurut
Agus Heriyantoro, warga RT 02/08, Nur Hasan mengisolasi diri dan tak mau bergaul dengan warga. Rini Kustiani