Transaksi di Pasar Tradisional Jelang Lebaran, Sepi

TEMPO Interaktif, Solo:Para pedagang di sejumlah pasar tradisional di Solo mengeluhkan sepinya penjualan pada delapan hari menjelang lebaran. Padahal pada tahun lalu, sejak dua pekan menjelang lebaran pasar sudah ramai oleh konsumen yang berbelanja keperluan idul fitri.

“Tapi tahun ini kondisinya jauh berbeda, sudah mendekati lebaran tetap saja sepi,” ungkap Ny Sutomo, pedagang grosir beras di Pasar Legi, Solo, Rabu (26/10).

Ny Hari, pedagang bahan-bahan kebutuhan pokok juga mengeluhkan hal serupa. Ia memperkirakan transaksi di pasar hasil bumi terbesar di Surakarta itu turun hingga 50 persen.

Beberapa pedagang di pasar tradisional lainnya, seperti Pasar Nusukan, Pasar Jongke, Pasar Hardjodaksino juga mengeluh karena barang yang sudah disiapkan jauh-jauh hari, tak kunjung terjual. Para pedagang menduga, hal itu terjadi karena kondisi ekonomi masyarakat yang sedang terpuruk akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Ya beginilah kalau kebijakan pemerintah yang tidak memperhitungkan kehidupan masyarakat kecil. Semua lapisan masyarakat terkena dampaknya, terutama kalangan masyarakat bawah,” kata Ny Neni, pedagang gula dan kebutuhan dapur di Pasar Nusukan.

Menanggapi keluhan para pedagang tersebut, Walikota Solo Joko Widodo bisa memakluminya. Ia juga sependapat kondisi tersebut dipicu akibat kenaikan BBM, sehingga daya beli masyarakat menjadi turun.

“Saya minta pedagang bersabar, mungkin nanti transaksi akan naik jika sudah mendekati hari-hari lebaran,” kata Joko menghibur pedagang saat mengunjungi pasar-pasar tradisional. Anas Syahirul