Indocement Bayar Utang US $ 24 Juta
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Indocement Tunggal Prakarsa kembali membayar hutangnya. Bulan Oktober ini, mereka membayar US$ 24 juta. "Pembayaran yang diharuskan 10 juta US Dolar, yang dipercepat selisihnya," ata Direktur Keuangan Indocement, Christian Kartawijaya.
Indocement berusaha untuk dapat melunasi hutangnya. Pada Desember tahun 2000 lalu hutang Indocement mencapai US$ 1,1 miliar. Dan dengan pembayaran ini, sisa hutang tinggal sebesar US$ 399 juta. Percepatan itu diperoleh dari pendapatan yang bersisa setelah digunakan untuk membayar kewajiban hutang dan bunganya. Pendapatan Indocement Oktober 2005 mencapai Rp 538 miliar.
Besarnya pendapatan itu, menurut Christian, lebih disebabkan menurunnya kerugian akibat nilai kurs rupiah. "Tadinya tahun kemarin kami rugi Rp 264 miliar, tahun ini hanya Rp 76 miliar,"katanya.
Kerugian kurs itu berasal dari refinancing hutang pada bulan Maret lalu sebesar US$ 250 juta dalam US$ dan Yen dengan cara mengkonversikan ke dalam rupiah. "Waktu itu karena memakai kurs Rp 9.358. Karena sekarang di atas Rp 10.000, jadi kerugian kurs kita turun,"katanya
Karena sedang dalam program restrukturisasi, uang tersebut ditrasnfer untuk dikumpulkan. Dan setiap tiga bulan digunakan untuk membayar bunga, kewajiban, dan sisanya, 50 persen untuk membayar percepatan hutang dan sisa 50 persen yang lain peruntukannya tergantung perusahaan.
Kewajiban Indocement saat ini, menurut Christian, sebesar sekitar US$ 40 juta per tahun. Sedangkan biaya bunganya naik akibat kenaikan suku bunga. "Biaya bunga naik Rp 141 miliar jadi Rp 182 miliar,"ujarnya.
Indriani Dyah S.


