Penjualan Indocement Naik 22,6 persen

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penjualan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk meningkat 22,6 persen, dari Rp 3,4 triliun menjadi Rp 4,2 triliun.
“Sebab domestic sales (penjualan di dalam negeri) kami naik dari 6,8 juta ton menjadi 7,4 juta ton," kata Direktur Keuangan Indocement, Christian Kartawijaya, Kamis (27/10).

Namun, penjualan ekspor turun dari 2,5 juta ton menjadi 1,8 juta ton. “Tapi ini karena pasar domestik sedang butuh semen, maka Indocement mencoba untuk mensuplai,” jelas Christian.

Di sisi lain, Indocement kemungkinan akan kembali menaikan harga semennya. Kalau ongkos produksi naik, lanjut dia, kemungkinan akan ada kenaikan harga lagi. Hanya saja belum diputuskan kapan dan berapa besar kenaikan tersebut karena masih dalam pembahasan.

Selama Januari hingga September tahun ini, harga semen Indocement sudah naik 10 sampai 15 persen dibanding harga tahun lalu. Harga semen saat ini Rp 36.000 per sak.
Kenaikan itu, menurut Chirstian, akibat kenaikan harga BBM industri pada Juli lalu.

Pabrik semen lain, lanjut dia, mengambil listrik dari PLN. Sedangkan Indocement, 40 persen masih disuplai dari diesel yang harga solarnya sudah naik. “Yang saya belum tahu, efek dari kenaikan biaya transportasi akibat kenaikan BBM Oktober ini,” tambahnya.

Kenaikan biaya transportasi ini, dapat dijadikan salah satu penyebab kenaikan harga semen. Biaya BBM sendiri, berperan 10 -12 persen dari total biaya produksi. Indriani