Islah Buntu, Zaenal Maarif Dirikan PBR Baru

TEMPO Interaktif, Jakarta:Islah antara Zaenal Ma''arif dengan Zaenuddin MZ dalam konflik internal Partai Bintang Reformasi hanya berlangsung sesaat. Setelah beberapa waktu lalu mengumumkan perdamaian, Zaenal menyatakan islah di tubuh PBR tak lagi bisa diteruskan. "Mulai sekarang jalan sendiri-sendiri lagi,"katanya saat acara open house di kediamannya di Solo, Senin (7/11).

Menurut Zaenal, pertengahan puasa lalu memang telah
tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perseteruan
diantara mereka. Kesepakatan mendudukkan Zaenuddin MZ
sebagai ketua umum dan Dja''far Badjeber sebagai Sekjen
seharusnya ditindaklanjuti dengan penyusunan pengurus
DPP "Deadlinenya, tanggal 1 November, tapi hingga
detik ini belum terbentuk,"katanya.

Zaenal tidak bersedia merinci mengenai kebuntuan tindak
lanjut dari islah yang dimediatori oleh Wakil Ketua
MPR Aksa Mahmud itu. Menurutnya, islah sudah menemui jalan buntu dan tidak mungkin ada pemecahannya. DPP PBR yang dipimpinnya akan segera menggerakkan roda organisasi mereka. "Tanggal 22 November DPW PBR DKI Jakarta segera kami lantik diikuti DPW-DPW lainnya,"kata Zaenal.

Tidak hanya itu, Zaenal juga terang-terangan
menyiapkan sekoci yang bakal digunakan dalam pemilu
2009 mendatang. Dia bersama-sama dengan rekan-rekannya
di PBR seperti Dja''far Badjeber, Mahendradatta dan
kawan-kawannya mendirikan Perhimpunan Bintang Rakyat.
"Pecah atau tidak, ada islah atau tidak islah, PBR
harus berganti nama karena tidak lolos electoral treshold, kami menyiapkan sekoci dari sekarang,"
katanya.

Zaenal menyatakan, Perhimpunan Bintang Rakyat yang
juga disingkat dengan PBR berbentuk yayasan dan telah
didaftarkan di notaris Rien Noor Indrarti pekan lalu.
Tokoh-tokoh PBR yang berada di kubunya menjadi pendiri
yayasan tersebut. "Kesempatan open house ini sekaligus untuk memperkenalkan Yayasan PBR,"ujarnya.

Imron Rosyid