Hadapi Teror, WALHI - Aceh Bentuk Tim Pengacara

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh membentuk tim pengacara. Langkah ini ditempuh menyusul terjadinya ancaman keamanan terhadap aktivis lingkungan di Aceh Tenggara.

Empat pengacara yang telah ditetapkan menurut
Cut Hindon, Direktur WALHI-Aceh, adalah Rufriadi, Adi Mansar (LBH Medan), Nurul Ikhsan, dan Bambang Antariksa, yang juga mantan Direktur WALHI-Aceh.

"Kami juga minta kawan-kawan yang diancam untuk menyiapkan laporan kronologis," kata Hindon kepada Tempo di kantornya, Senin (14/11).

Menurut dia, ancaman muncul karena investigasi Walhi soal pembalakan liar pada Juni 2005, sejak terjadi dua tragedi banjir bandang dalam 10 bulan terakhir di Aceh Tenggara. Investigasi itu pernah tayang selama 30 menit pada salah satu televisi swasta, 4 September 2005.

Ancaman dilakukan oleh beberapa organisasi massa dan juga aparat keamanan. WALHI mensinyalir pengusaha kayu berada di belakang aksi teror itu. Bahkan, salah satu aktivis di Aceh Tenggara pernah dipaksa membuat surat pernyataan tidak membuat laporan ke luar, tentang pembalakan liar di Aceh Tenggara. "Aktivis kami juga dicari ke rumah untuk diteror," sebut Hindon.

Bentuk ancaman yang dilakukan adalah teror melalui pesan singkat (SMS) dan mencari keberadaan para aktivis yang melakukan investigasi tentang pembalakan liar. Salah satu aktivis WALHI yang terancam di sana adalah Washut.

Hindon menyebutkan, stafnya itu pernah dikirimi SMS oleh seorang aparat keamanan, "Saya tahu investigasi kalian, jangan buat rekayasa".

Ancaman juga dilakukan salah satu organisasi massa di Aceh Tenggara, pada 26 Oktober 2005. Saat itu, organisasi itu mendatangi posko kemanusiaan WALHI dan mengatakan, keberadaan posko tersebut membuat bantuan ke Aceh Tenggara tidak lancar. Malah mereka dituding mencemarkan nama baik Aceh Tenggara karena laporan WALHI tentang banjir bandang akibat pembalakan liar. Adi Warsidi