Aspirasi Sukarelawan Guru Diabaikan


TEMPO Interaktif, Bekasi: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi mengakui telah mengabaikan aspirasi sukarelawan guru yang datang ke lembaga wakil rakyat ini. "Mereka marah karena sudah lama ingin bertemu," kata Salamat Siahaan, anggota Dewan dari komisi D, Kamis (17/11).

Sebanyak 30 sukarelawan guru wakil dari sekitar 3.000 guru mendesak DPRD Kota Bekasi menyusun peraturan tentang nasib mereka. Para guru ini mendapat perlakuan diskriminatif menyangkut pemberian honor yang sangat berbeda dengan guru berstatus pegawai tetap. "Padahal, kami kan sama-sama memiliki tanggung jawab mendidik." ujar Rahmad, salah seorang guru.

Guru SD Alwat Khoniah 22 Bekasi Barat tersebut mengaku mendapat honor Rp 6-20 ribu per jam. "Sedangkan guru pegawai tetap gajinya jelas. Bahkan, kami sering hanya mendapatkan janji-janji," ungkap Rahmad.

Anggota Komisi D Herry Kuswara berjanji memperjuangkan tuntutan mereka. Ia mengharapkan, guru sukarelawan mempersiapkan alasan hukum menuntut perubahan status menjadi pegawai tetap.

Siswanto-Tempo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X