PKS Ingin Kursi Jaksa Agung


TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR Zulkieflimansyah meminta Presiden Yudhoyono mengganti Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dengan calon dari partainya. "Ini untuk meredam gejolak di kalangan konstituen PKS," katanya kepada wartawan di gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (18/11).

Survei internal anggota PKS, menurut Zulkieflimansyah, menunjukkan bahwa mayoritas anggota partai itu ingin keluar dari koalisi partai pendukung kabinet Yudhoyono-Kalla. "Mereka beranggapan pemerintah telah gagal menyejahterakan rakyat," katanya.

Meski begitu, pemimpin partai, menurut Zulkieflimansyah, masih menilai Presiden Yudhoyono memiliki moralitas dan integritas. "Kalau kami keluar, akan muncul kesan moralitas dan integitas saja tidak cukup," katanya.

Karena itu, agar bisa lebih maksimal mendorong kinerja pemerintah, PKS minta kadernya ditempatkan di pos jaksa agung. "Kebetulan kader kami kan antisuap. Ini sesuai dengan prinsip antikorupsi PKS," katanya.

Zulkieflimansyah berharap jika gerakan pemberantasan korupsi menunjukkan hasil signifikan, gejolak konstituennya yang menderita secara ekonomi bisa dikendalikan. "Minimal, bisa kita jelaskan kalau kita ini sama-sama menderita, tapi orang-orang yang membuat kita menderita ini ditangkapi," katanya.

PKS, menurut Zulkieflimansyah, mengajukan dua calon untuk posisi Jaksa Agung. Mereka adalah Suripto dan Arief T. Surowidjojo, dua anggota majelis pakar PKS.

"Pilihan pertama kami Suripto karena orangnya berani," kata Zulkieflimansyah. "Kepada saya, Suripto bahkan mengaku jika ditunjuk menjadi jaksa agung, dia sudah mengantongi nama beberapa menteri untuk ditangkap." Wahyu Dhyatmika

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X