Polisi Tidak Bisa Menjamin Tak Ada Teror Saat Natal

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani menyatakan tidak bisa menjamin sepenuhnya bahwa tidak ada teror bom menjelang Natal 2005. "alau disuruh menjamin, tentu tidak bisa," katanya soal informasi akan dijadikannya Jakarta sebagai sasaran teror bom, Jumat (18/11).

Menurut dia, teror bom bisa menguasai tempat dan bisa di mana saja di seluruh pelosok Jakarta. Soal waktu, kata dia, juga diatur oleh pelaku teror.

Yang bisa dilakukan menurut Firman, adalah upaya-upaya yang intensif mulai dari kegiatan-kegiatan intelijen. Selain itu polisi juga tetap melakukan upaya-upaya pencegahan, dengan menjaga lokasi-lokasi yang berdasarkan dokumen disebutkan akan menjadi sasaran teror bom.

Namun, Firman menyatakan, polisi juga akan tetap menjaga lokasi-lokasi tertentu yang memungkinkan menjadi sasaran teror bom. "Sebab bisa saja para teroris mengubah cara bertindak dan sasaran operasinya," tuturnya.


Diakui pula oleh Firman akhir-akhir ini marak ancaman bom melalui telepon, yang setelah dicek ternyata tidak terbukti. Soal ancaman bom ini Firman mengatakann hal itu berpulang pada kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan ancaman melalui telepon yang nyata-nyata isinya juga tidak ada.

Soal pelacakan terhadap para pelaku yang melakukan ancaman bom melalui telepon, Firman mengatakan, sulit melacaknya. Alasannya, nomor-nomor telepon seluler terutama nomor prabayar banyak yang tidak terdaftar identitas kepemilikannya.

Namun menurut Firman bila nanti mulai ditetapkan aturan bahwa setiap pemilik nomor seluler harus mendaftarkan identitasnya akan mudah melakukan pelacakan terhadap para pelaku iseng yang meneror melalui telepon. Ramidi