Anggaran Pertahanan Akan Direvisi Setelah Embargo Dicabut

TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggaran pertahanan untuk Tentara Nasional Indonesia ada kemungkinan akan direvisi setelah Amerika Serikat mencabut embargo militer. "Itu masih dipelajari," ujar Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di sela-sela rapat konsultasi jajaran pejabat politik, hukum, dan keamanan dengan Komisi Pertahanan DPR, Senin (28/11).

Revisi anggaran, menurut Sutarto, akan dilakukan dengan pertimbangan pilihan dari TNI, yakni menghidupkan kembali peralatan dari Amerika atau membeli persenjataan baru. Sebagai prioritas, kata dia, pesawat tempur F-16 dan F-5, pesawat angkut Hercules, serta Oviten akan dihidupkan kembali. "Namun masih bisa ada perubahan," ujar Sutarto.

Soal pembelian senjata dari negara selain Amerika, Sutarto mengatakan, kerja sama yang rencananya akan direalisasikan dalam kontrak 2006 itu bisa saja dibatalkan. Namun, ia menegaskan, untuk kontrak yang sudah ditandatangani tidak mungkin dibatalkan.

Dengan dicabutnya embargo, Sutarto mengakui, beberapa peralatan buatan Amerika terutama milik TNI Angkatan Udara dapat beroperasi kembali. "Akan lebih murah biayanya dibanding beli yang baru," ia menambahkan. Fanny Febiana