F5 dan F16 Dihidupkan Kembali, Sukhoi Tetap Jalan


TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasca dicabutnya embargo senjata oleh Amerika Serikat membuat Departemen Pertahanan memprioritaskan menghidupkan kembali pesawat F5 dan F16 yang sebelumnya tidak bisa terbang karena suku cadangnya di embargo. "Targetnya, setiap tahun kami bisa terbangkan dua pesawat tempur sehingga pada 2009, 10 pesawat F16 sudah bisa diterbangkan,"ujar Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono.

Prioritas ini diambil dengan mempertimbangkan penggunaan anggaran yang terbatas secara cermat dan sehemat mungkin. Dengan dicabutnya embargo AS ini, terbuka peluang untuk Indonesia membeli suku cadang F5 dan F16.

Untuk pengadaan suku cadang pesawat buatan AS, Departemen sedang mengkaji berapa anggaran yang akan dialokasikan melalui Kredit Ekspor (KE) dan APBN. Untuk TNI Angkatan Udara anggaran yang disediakan adalah sebesar US$ 350 juta pertahun. "Nanti dihitung-hitung berapa KE untuk pesawat tempur dan pesawat angkut serta berapa yang melalui APBN, rupiah murni,"ujar Juwono.

Namun, program pembelian pesawat sukhoi tetap dijalankan. "Karena siapa tahu embargo dikenakan lagi tahun mendatang,"kata Juwono. Targetnya, Dephan bisa membeli dua pesawat sukhoi setiap tahun.

Saat ini, Indonesia sudah memiliki empat pesawat sukhoi, sehingga jika anggaran memungkinkan sampai 2009 Indonesia bisa membeli delapan pesawat sukhoi lagi.

Fanny dan Eko Paniansyah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X